Jerman menyatakan kesiapannya menghadapi kemungkinan pengurangan jumlah pasukan Amerika Serikat (AS) di wilayahnya setelah menerima ancaman dari Presiden Donald Trump. Pemerintah Jerman menegaskan pentingnya menjaga kemitraan transatlantik yang dapat diandalkan di tengah ketegangan yang muncul.
Pernyataan Resmi Pemerintah Jerman
Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, dalam kunjungannya ke Maroko mengatakan bahwa Berlin siap menghadapi skenario tersebut. “Kami siap untuk itu, kami sedang membahasnya secara saksama dan dalam semangat kepercayaan pada semua badan NATO, dan kami mengharapkan keputusan dari Amerika tentang hal ini,” ujarnya pada Kamis, 30 April 2026. Ia menambahkan bahwa setiap keputusan akan dibahas dengan Jerman dan pihak lain sebagaimana mestinya di antara sekutu.
Pernyataan ini muncul setelah Trump mengancam akan memindahkan sebagian dari puluhan ribu pasukan AS yang ditempatkan di Jerman. Ancaman tersebut dipicu oleh pernyataan Kanselir Jerman Friedrich Merz yang mengkritik pendekatan AS dalam perang di Iran. Merz sebelumnya mengatakan bahwa Iran “mempermalukan” Washington di meja perundingan, yang memicu kemarahan Trump.
Kemitraan Transatlantik yang Diandalkan
Kanselir Merz menegaskan bahwa pendekatan Jerman terhadap konflik di Timur Tengah tetap berorientasi pada NATO yang bersatu dan kemitraan transatlantik yang dapat diandalkan. “Kami melakukan ini untuk kepentingan transatlantik bersama kami. Kami melakukannya dengan saling menghormati dan pembagian beban yang adil,” katanya. Ia juga menekankan bahwa kemitraan transatlantik sangat dekat di hati Jerman, baik secara kelembagaan maupun pribadi.
Wadephul menambahkan bahwa gagasan pengurangan pasukan AS sebenarnya bukanlah hal baru. “Sejujurnya, bukanlah pesan baru sama sekali,” katanya, seraya mencatat bahwa prospek serupa telah diangkat oleh presiden AS sebelumnya. Meskipun bersikap santai, Wadephul menegaskan bahwa pangkalan-pangkalan besar Amerika di Jerman, seperti Pangkalan Udara Ramstein, “sama sekali tidak perlu diperdebatkan” karena memiliki fungsi yang tak tergantikan bagi kedua negara.
Ketegangan Diplomatik AS-Jerman
Ketegangan antara Washington dan Berlin semakin memanas setelah Merz mengomentari perundingan AS dengan Iran. Trump mengecam Merz melalui platform Truth Social, menyatakan bahwa Merz “berpikir tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki Senjata Nuklir. Dia tidak tahu apa yang dia bicarakan!” Trump kemudian mengancam akan mengurangi jumlah pasukan AS di Jerman sebagai respons.
Meskipun demikian, Jerman tetap berkomitmen untuk menjaga hubungan erat dengan AS. Berlin terus menjalin kontak yang erat dan saling percaya dengan mitra di Washington. Wadephul menekankan bahwa keputusan apa pun mengenai pasukan AS akan didiskusikan secara matang di dalam NATO.



