Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengonfirmasi bahwa seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Venezuela dalam kondisi aman setelah dua gempa bumi dahsyat mengguncang negara tersebut pada Kamis, 25 Juni 2026. Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 dan disusul gempa kedua magnitudo 7,5 memicu kerusakan parah di ibu kota Caracas dan sekitarnya.
WNI dan Staf KBRI Dinyatakan Selamat
Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa KBRI Caracas telah melakukan verifikasi terhadap seluruh WNI yang terdata di Venezuela, yang berjumlah tiga orang. "Seluruh WNI dalam kondisi aman, selamat, dan sehat. Gedung kantor KBRI Caracas beserta Wisma Duta dalam keadaan baik dan seluruh staf dalam keadaan selamat," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (25/6/2026).
Pemerintah Indonesia melalui KBRI terus memantau perkembangan situasi dengan berkoordinasi bersama otoritas setempat. Jalur komunikasi darurat telah dibuka untuk memastikan pemutakhiran kondisi WNI secara berkala.
Imbauan dan Hotline Darurat
Yvonne mengimbau seluruh WNI di Venezuela untuk tetap waspada dan mengikuti arahan otoritas setempat terkait potensi gempa susulan dan bahaya pesisir. "KBRI terus memantau informasi resmi pemerintah Venezuela terkait potensi gempa susulan," tambahnya.
WNI yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi hotline KBRI Caracas di nomor +58 4120217263 atau +58 4122340100. Selain itu, Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri juga menyediakan hotline di +62 812-9007-0027.
Dukacita dan Harapan Pemulihan
Pemerintah Indonesia menyampaikan dukacita yang mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Venezuela atas musibah ini. "Kami berharap proses pemulihan dapat berjalan dengan cepat," ujar Yvonne mewakili pemerintah Indonesia.
Keadaan Darurat di Venezuela
Pemimpin Sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, mengumumkan keadaan darurat setelah dua gempa dahsyat dan lebih dari 20 gempa susulan mengguncang negeri tersebut. Dalam pidato yang disiarkan televisi, Rodríguez mengonfirmasi adanya korban jiwa, meskipun ia tidak merinci jumlah pastinya. Ia menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang kehilangan anggota keluarga.
Akibat gempa, Bandara Internasional Maiquetia yang terletak di dekat Caracas ditutup menyusul kerusakan serius pada infrastrukturnya. Kerusakan bangunan juga dilaporkan terjadi di berbagai wilayah ibu kota.



