Pernyataan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengenai sejumlah homeless media yang menjadi mitra pemerintah tengah menjadi sorotan publik. Homeless media merupakan entitas media yang beroperasi tanpa situs web resmi dan hanya mengandalkan platform media sosial dalam penyebaran konten.
Pro dan Kontra Homeless Media
Pernyataan Qodari ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Di satu sisi, ada yang mendukung penggunaan homeless media sebagai mitra karena dinilai lebih dekat dengan masyarakat. Namun, di sisi lain, banyak yang mempertanyakan keabsahan pernyataan tersebut. Sebab, beberapa media digital yang diklaim telah digandeng Bakom justru mengaku dicatut namanya secara sepihak.
Pengakuan Media yang Dicatut
Beberapa media digital yang disebut-sebut sebagai mitra Bakom membantah adanya kerja sama resmi. Mereka mengaku tidak pernah menjalin kemitraan dengan pemerintah. Hal ini menimbulkan kebingungan dan mempertanyakan kredibilitas pernyataan Qodari.
- Media A mengaku tidak pernah dihubungi Bakom.
- Media B menyatakan tidak ada perjanjian kerja sama.
- Media C bahkan baru mengetahui namanya tercantum sebagai mitra setelah berita ini viral.
Kondisi ini memicu desakan agar Bakom segera mengklarifikasi dan memberikan data valid mengenai mitra-mitra yang dimaksud. Publik juga menantikan transparansi dari pemerintah terkait kriteria dan proses seleksi homeless media sebagai mitra resmi.



