Jumlah korban tewas akibat gempa kembar dahsyat yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) terus bertambah. Hingga Kamis (25/6), otoritas setempat melaporkan 164 orang meninggal dunia dan lebih dari 970 orang luka-luka. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 ini merupakan yang terkuat di Venezuela dalam lebih dari satu abad, tepatnya sejak gempa magnitudo 7,7 pada 29 Oktober 1900.
Dampak Terparah di La Guaira
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menyatakan bahwa negara bagian La Guaira, yang terletak di utara ibu kota Caracas, menjadi wilayah yang paling parah terkena dampak. Banyak bangunan runtuh, termasuk di kota pesisir Catia La Mar. Warga setempat dan tim penyelamat terus berupaya mengevakuasi korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan.
Salah satu warga, Larry Rojas (49), mengungkapkan keputusasaannya kepada AFP di depan bangunan yang runtuh tempat keluarganya terperangkap. "Kami tidak punya apa-apa, saat ini kami tidak punya apa-apa, bahkan kekuatan atau keberanian untuk masuk ke sana, bayangkan saja," ujarnya. Kota Catia La Mar dilaporkan tidak memiliki aliran listrik, dan banyak penduduk menghabiskan malam di jalanan atau mencari kerabat mereka yang hilang.
Bantuan Internasional Mulai Mengalir
Prancis, Spanyol, dan Amerika Serikat telah menawarkan untuk segera mengirimkan tim penyelamat guna membantu proses pencarian dan evakuasi korban. Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 diikuti oleh gempa kedua magnitudo 7,5 yang mengguncang daerah di sebelah barat Caracas. Guncangan hebat ini menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah infrastruktur dan permukiman penduduk.
Tim penyelamat dan relawan terus bekerja tanpa henti untuk menemukan korban selamat di tengah reruntuhan. Otoritas setempat mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung dan jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah seiring dengan perkembangan situasi di lapangan.



