Sebuah ledakan dahsyat mengguncang pabrik milik perusahaan pertahanan terkemuka Korea Selatan, Hanwha Aerospace, di Daejeon pada Senin, 1 Juni 2026 waktu setempat. Insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya lima orang tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka.
Kronologi Ledakan
Ledakan terjadi di pabrik Hanwha yang berlokasi di Daejeon, sekitar 150 kilometer di selatan ibu kota Seoul. Otoritas setempat menerima laporan ledakan pada Senin pagi menjelang siang, sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Seorang perwakilan dari Markas Besar Pemadam Kebakaran Daejeon menyampaikan kepada AFP bahwa sedikitnya lima orang ditemukan tewas dan dua orang lainnya menderita luka akibat insiden tersebut.
Penyebab Belum Diketahui
Hingga saat ini, penyebab pasti ledakan mematikan tersebut belum diketahui secara jelas. Menurut laporan kantor berita Yonhap yang mengutip otoritas setempat, ledakan diyakini berasal dari dalam pabrik. Pihak berwenang masih melakukan investigasi untuk mengungkap sumber ledakan.
Profil Hanwha Aerospace
Hanwha Aerospace merupakan produsen pertahanan utama Korea Selatan yang memproduksi berbagai persenjataan, sistem artileri, dan komponen kedirgantaraan. Fasilitas pabrik di Daejeon ini fokus pada kegiatan penelitian dan pengembangan, termasuk teknologi senjata canggih serta sistem terkait luar angkasa.
Api Masih Berkobar
Seorang perwakilan Hanwha Aerospace yang tidak disebutkan namanya menyatakan kepada AFP bahwa kebakaran akibat ledakan masih terus berkobar di lokasi kejadian. "Situasi dan tingkat kerusakan yang sebenarnya belum sepenuhnya diketahui. Api belum sepenuhnya padam," ujar perwakilan tersebut.
Respons Pemerintah
Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, melalui kantor kepresidenan, telah menginstruksikan para pejabat terkait untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia guna mengendalikan kebakaran dan menangani dampak ledakan. Upaya pemadaman dan evakuasi terus dilakukan oleh tim gabungan pemadam kebakaran dan penyelamat.
Otoritas setempat belum memberikan informasi lebih rinci mengenai identitas korban maupun kerugian material yang ditimbulkan. Investigasi lebih lanjut masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti ledakan dan memastikan tidak ada korban tambahan.



