Rusia menembak jatuh puluhan drone Ukraina di atas wilayah Saint Petersburg, kota kelahiran Presiden Vladimir Putin. Serangan drone (UAV) tersebut terjadi setelah serangan besar-besaran Rusia di Kyiv, ibu kota Ukraina yang menewaskan 30 orang minggu ini.
Detail Serangan Drone di Saint Petersburg
Gubernur Saint Petersburg Alexander Beglov melaporkan bahwa pasukan pertahanan udara menembak jatuh 72 UAV, salah satunya jatuh di Peterhof. "Serangan itu mengenai area terminal minyak di distrik Kirovsk di kota itu. Konsekuensi teknis telah diatasi. Tidak ada korban jiwa," tulis Beglov di media sosial. Istana Peterhof adalah kompleks taman dan istana abad ke-18 peninggalan Tsar Peter I.
Puing-puing drone juga berjatuhan di sekitar pelabuhan Vysotsk, utara Saint Petersburg dekat perbatasan Finlandia. Gubernur wilayah Leningrad, Alexander Drozdenko, mengonfirmasi insiden tersebut melalui media sosial.
Klaim Ukraina atas Target Militer
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengklaim serangan berhasil mengenai pangkalan angkatan laut Kronstadt di Saint Petersburg. "Pasukan pertahanan Ukraina menyerang infrastruktur minyak pelabuhan yang menghasilkan pendapatan untuk perang Rusia, dan juga terjadi serangan yang berhasil di Kronstadt - sebuah target militer penting," tulis Zelensky.
Ukraina semakin sering menyerang kota-kota Rusia yang jauh dari perbatasan sebagai balasan atas serangan harian Moskow dalam perang yang pecah sejak Februari 2022. Kyiv telah meningkatkan serangan di dalam wilayah Rusia, menargetkan sasaran hingga Pegunungan Ural. Putin mengakui perlunya meningkatkan pertahanan udara menghadapi serangan yang telah menjadi konflik terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II.



