Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, memastikan bahwa seorang warga yang sebelumnya diduga terinfeksi virus Hanta dinyatakan negatif. Kepastian ini diperoleh setelah hasil uji laboratorium dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI diterima.
Hasil Laboratorium Negatif
Kepala Dinkes Kulon Progo, Susilaningsih, mengungkapkan bahwa hasil laboratorium untuk suspek virus Hanta telah keluar dua hari lalu dan menunjukkan hasil negatif. "Iya, (hasilnya) negatif. Ini informasi dari Kemenkes, Dinas Kesehatan DIY sudah klarifikasi ke pusat. Jadi di Kulon Progo tidak ada kasus di manusia yang positif hantavirus," kata Susilaningsih, dilansir dari Antara pada Minggu (10/5).
Imbauan untuk Warga
Meskipun hasilnya negatif, Susilaningsih tetap mengimbau warga Kulon Progo untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko penyakit zoonosis, terutama yang ditularkan melalui tikus sebagai perantara virus Hanta. "Ya, karena memang sebagai perantara virus itu hewan pengerat, seperti tikus. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk berperilaku hidup bersih dan sehat," jelasnya.
Selain itu, ia juga meminta warga untuk membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun guna membunuh kuman dan bakteri yang mungkin terbawa. "Selalu terapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan kebersihan di lingkungan agar tikus itu tidak masuk ke rumah, sehingga penularannya bisa dicegah. Kan penularan bisa lewat luka, kencingnya tikus, dan sebagainya," katanya.
Data Kasus Virus Hanta
Berdasarkan data pada tahun 2025, kasus virus Hanta pertama kali ditemukan di Yogyakarta pada enam orang dengan hasil positif dari surveilans sentinel rutin. Keenam pasien tersebut telah sembuh tanpa adanya kasus kematian, dan tidak ditemukan kasus lainnya. Sementara itu, hingga awal tahun 2026, belum ada laporan kasus positif virus Hanta dari sentinel rutin yang telah diperiksa di laboratorium.



