DPRD DKI Minta Tambah Sekolah Gratis, Target 200 Sekolah
DPRD DKI Minta Tambah Sekolah Gratis Jadi 200

DPRD DKI Jakarta menyoroti pelaksanaan program sekolah gratis yang dijalankan Pemprov DKI dalam Rapat Paripurna hari ini. Legislator mengapresiasi program tersebut, namun mengingatkan agar pelaksanaannya tepat sasaran hingga mendorong penambahan jumlah sekolah penerima manfaat.

Apresiasi dan Usulan Penambahan

Hal itu diungkapkan beberapa legislator saat melayangkan interupsi di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Kamis (30/4/2026). Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP, Agustina Hermanto menyampaikan apresiasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta beserta jajaran atas realisasi sejumlah program, termasuk sekolah gratis. Ia menyebut jumlah sekolah gratis meningkat dari 40 sekolah pada 2024 menjadi 103 sekolah pada tahun ini.

"Kami mengapresiasi, bahkan kalau bisa ditambah lagi menjadi 200 sekolah ke depan. Tapi yang paling penting adalah memastikan program ini tepat sasaran," kata Tina di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ketepatan Sasaran dan Keadilan

Ia menekankan agar program sekolah gratis benar-benar diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu dan belum mendapatkan bantuan pendidikan. Menurutnya, saat ini Pemprov DKI memiliki beberapa skema bantuan pendidikan, mulai dari sekolah negeri, Kartu Jakarta Pintar (KJP), hingga sekolah swasta gratis. "Harapannya semua anak Jakarta, khususnya yang kurang mampu, bisa mendapatkan akses pendidikan. Jangan sampai bantuan sosial tidak tepat sasaran terus terjadi," ujarnya.

Senada, anggota DPRD DKI dari Fraksi PKS, M Subki, juga mengapresiasi kebijakan sekolah gratis yang telah berjalan. Namun, ia mengingatkan agar cakupan program diperluas, termasuk ke sekolah berbasis madrasah. "Di Jakarta juga ada madrasah yang berada di bawah Kementerian Agama. Mereka juga warga Jakarta dan berhak mendapatkan perhatian. Jangan sampai ada diskriminasi," kata Subki.

Evaluasi Lokasi dan Angka Putus Sekolah

Sementara itu, anggota DPRD dari Fraksi PAN, Lukmanul Hakim, menyoroti masih tingginya angka anak putus sekolah di Jakarta. Ia menilai penentuan lokasi sekolah gratis perlu dievaluasi agar benar-benar menjangkau wilayah yang membutuhkan. "Masih banyak anak putus sekolah, misalnya di Cengkareng. Ini harus jadi perhatian serius. Penentuan titik sekolah gratis harus tepat," ujarnya.

Para legislator berharap program sekolah gratis dapat terus ditingkatkan dan diperluas, sehingga seluruh anak Jakarta, terutama dari keluarga kurang mampu, dapat menikmati pendidikan tanpa hambatan biaya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga