PT MRT Jakarta (Perseroda) menerapkan tarif khusus sebesar Rp1 bagi pelanggan pada 22, 27, dan 28 Juni 2026 untuk mendukung perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 DKI Jakarta. Kebijakan ini diumumkan oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (21/6).
Dasar Hukum dan Cakupan Tarif Rp1
Pemberlakuan tarif Rp1 ini didasarkan pada Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Nomor 102 Tahun 2026 tentang Penyediaan Layanan Angkutan Umum Gratis dan/atau Tarif Rp1 dalam Rangka Perayaan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta. Tarif khusus ini berlaku untuk seluruh perjalanan MRT Jakarta pada tanggal yang telah ditentukan, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Kami memberlakukan tarif khusus sebesar Rp1 bagi pelanggan MRT Jakarta pada 22, 27, dan 28 Juni," ujar Tuhiyat. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen MRT Jakarta dalam mendukung integrasi layanan transportasi publik dan mewujudkan sistem mobilitas perkotaan yang berkelanjutan.
Harapan Meningkatkan Minat Transportasi Publik
Tuhiyat menambahkan bahwa pihaknya berharap momentum HUT Jakarta dapat semakin meningkatkan minat masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi publik. "Kami berharap momentum ini dapat semakin meningkatkan minat masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi publik," kata dia.
Dengan semakin banyak warga yang menggunakan angkutan umum, MRT Jakarta optimis dapat bersama-sama berkontribusi dalam menciptakan Jakarta yang lebih terhubung, efisien, dan ramah lingkungan. MRT Jakarta juga mengimbau seluruh pelanggan untuk tetap mematuhi peraturan dan menjaga kenyamanan bersama selama menggunakan layanan.
Data Penumpang MRT Jakarta Maret 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat jumlah penumpang MRT Jakarta pada Maret 2026 mencapai 3,49 juta orang. Angka ini meningkat 9,03 persen secara tahunan dibandingkan Maret 2025, namun turun 3,45 persen dibandingkan bulan sebelumnya (Februari 2026).
Sementara itu, jumlah perjalanan MRT pada Maret 2026 mencapai 7.911 perjalanan, meningkat 9,73 persen dibandingkan Februari 2026, namun turun 1,89 persen dibandingkan Maret 2025. Data ini menunjukkan tren positif penggunaan MRT Jakarta meskipun terdapat fluktuasi bulanan.



