Kebakaran besar melanda permukiman padat di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi para korban yang kehilangan harta benda dan tempat tinggal.
Kebakaran Hanguskan 250 Rumah
Sebanyak 250 rumah warga dilaporkan hangus terbakar dalam musibah tersebut. Kebakaran berdampak pada 350 keluarga, dan arus lalu lintas di sekitar lokasi kini mulai kembali normal setelah sempat terganggu selama proses pemadaman.
Api berhasil dipadamkan setelah tujuh jam. Petugas pemadam kebakaran menerima laporan awal pada pukul 20.55 WIB, dan operasi pemadaman dimulai pukul 21.05 WIB. Proses pemadaman selesai pada pukul 04.15 WIB dini hari.
Tiga Orang Luka-Luka
Tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat kebakaran ini. Para korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Dua orang dirawat di RS Hermina Kemayoran, sementara satu orang dirujuk ke RSCM.
Kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Ardiyansyah, menjelaskan bahwa api pertama kali muncul dari dua rumah warga di RT 02 RW 04, belakang Pasar Jiung.
Kronologi Kebakaran
Menurut keterangan saksi, sekitar pukul 21.00 WIB, api tiba-tiba muncul dari dua rumah di belakang saksi. Rumah milik Bapak Darmansyah diduga mengalami korsleting listrik, dan api langsung membesar dengan cepat.
Beberapa warga berusaha memadamkan api menggunakan tiga alat pemadam api ringan (APAR) milik sekretariat RW 04, namun api sudah terlalu besar dan terus menyala. Kobaran api semakin meluas karena bangunan semipermanen dan kabel-kabel listrik di sekitar lokasi.
Upaya Pemadaman dan Evakuasi
Petugas pemadam kebakaran terus berjibaku memadamkan api selama berjam-jam. Setelah api padam, warga mulai membersihkan sisa puing-puing rumah mereka. Sejumlah warga tampak menggali puing berharap masih ada barang berharga yang bisa diselamatkan.
Garis polisi telah dipasang di lokasi untuk mengamankan area kebakaran. Petugas masih bersiaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.
Kesaksian Warga yang Kehilangan Segalanya
Lilis (46), salah satu korban, menceritakan bahwa api muncul begitu cepat sehingga ia tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga. Rumahnya yang berada tepat di samping titik awal kebakaran ludes terbakar, termasuk tabungan yang disiapkan untuk wisuda anaknya di Solo.
"Saya nggak mikirin barang saya sendiri. Pas api membesar, saya langsung keluar. Sempat narik mukena sama sajadah terus dilemparin ke bawah, habis itu kabur," tutur Lilis dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, Saodah, seorang lansia berusia 80 tahun, nyaris tidak bisa menyelamatkan diri. Ia berlari menggunakan tongkat untuk menjauh dari kobaran api. Anak-anaknya telah lebih dulu menyelamatkan diri, sehingga ia harus berjuang sendirian. "Saya sendirian lari di jalan pakai tongkat," ujarnya.
Saodah baru bertemu kembali dengan keluarganya dua jam setelah kebakaran terjadi. Ia duduk di dekat sebuah bajaj sambil menunggu anak-anaknya yang mencari dirinya.
Penyebab Kebakaran: Korsleting Listrik
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyebutkan bahwa mayoritas kasus kebakaran di Jakarta disebabkan oleh korsleting listrik. Berdasarkan survei Pemprov DKI, hampir 95 persen kebakaran di ibu kota berawal dari masalah instalasi listrik.
"Pemprov DKI prihatin dengan kejadian ini. Sekali lagi, yang bisa kita lakukan adalah mengulangi, me-warning kepada masyarakat, bahwa yang harus pertama kali dijaga adalah listrik," kata Rano saat meninjau lokasi kebakaran.
Ia menjelaskan bahwa penggunaan listrik yang berlebihan dalam satu titik stopkontak menjadi temuan umum di permukiman padat. "Kadang-kadang dalam rumah seperti ini ada satu stopkontak dicolok 10 charger HP, kemudian belum buat kompor segala macam. Akibatnya inilah, terjadi panas," ujarnya.
Rano mengimbau warga untuk menggunakan instalasi listrik sesuai kapasitas dan standar keamanan guna mencegah kebakaran serupa. Ia juga menyampaikan salam dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang saat ini berada di Madinah.
Dampak dan Penanganan
Berdasarkan data sementara, kebakaran di Kebon Kosong berdampak terhadap 304 bangunan dan 354 keluarga dengan total 679 jiwa. Para korban kini mendapat penanganan di posko pengungsian yang disiapkan pemerintah daerah.
Pemprov DKI Jakarta terus berupaya memberikan bantuan dan dukungan bagi warga terdampak. Proses investigasi lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.



