Survei terbaru Gallup berjudul Gallup Voices of Gen Z mematahkan stereotipe bahwa Generasi Z acuh tak acuh terhadap dunia kerja. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas Gen Z sangat ingin membantu sesama dan memberikan dampak positif melalui pekerjaan mereka, namun dengan syarat penting: gaji harus sepadan.
Pekerjaan Berorientasi Sosial dan Kesehatan Mental
Jajak pendapat yang dilakukan pada Desember 2025 ini mengungkapkan bahwa pekerjaan yang berorientasi pada kepedulian sosial tidak hanya memuaskan idealisme Gen Z, tetapi juga berkorelasi positif terhadap peningkatan kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis mereka. Hal ini penting mengingat Gen Z sering dilanda isu kesepian.
Riset ini merupakan kolaborasi antara Gallup, Walton Family Foundation, dan proyek Making Caring Common dari Harvard University. Survei tersebut melibatkan ribuan responden Gen Z di Amerika Serikat.
Gaji Seimbang Jadi Syarat Utama
Meskipun memiliki keinginan kuat untuk berdampak sosial, Gen Z tetap realistis. Mereka menganggap bahwa gaji yang seimbang merupakan faktor krusial. Tanpa kompensasi yang memadai, keinginan untuk membantu sesama bisa terhambat.
Menurut laporan Gallup, "Gen Z ingin pekerjaan yang bermakna, tetapi mereka juga membutuhkan stabilitas finansial. Keduanya tidak bisa dipisahkan." Hal ini menunjukkan bahwa stereotipe Gen Z yang hanya mementingkan gaji tinggi tidak sepenuhnya benar; mereka juga peduli pada nilai sosial pekerjaan.
Implikasi bagi Perusahaan
Temuan ini memberikan pesan bagi perusahaan untuk tidak hanya menawarkan gaji kompetitif, tetapi juga memberikan kesempatan bagi karyawan Gen Z untuk berkontribusi pada isu-isu sosial. Dengan demikian, perusahaan dapat menarik dan mempertahankan talenta muda sekaligus mendukung kesejahteraan mental mereka.
Secara keseluruhan, survei ini menegaskan bahwa Gen Z memiliki pandangan holistik terhadap pekerjaan: mereka menginginkan gaji yang adil dan pekerjaan yang bermakna.



