Mantan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, melontarkan kritik pedas kepada Presiden Donald Trump dalam sebuah pidato penggalangan dana untuk Partai Demokrat di Maryland pada Sabtu malam (27/6). Biden menyebut Trump sebagai pecundang yang korup dan narsis, menandai salah satu serangan paling tajam sejak ia meninggalkan Gedung Putih.
Pidato 10 Menit Penuh Kritik
Dalam pidato yang berlangsung sekitar 10 menit di sebuah kasino di Maryland, Biden mengecam berbagai kebijakan dan tindakan Trump. Ia menyoroti proyek-proyek yang disebutnya hanya untuk memuaskan ego Trump, seperti merobohkan Sayap Timur Gedung Putih untuk membangun ballroom, mencantumkan namanya di Kennedy Center, membangun gapura untuk dirinya sendiri, hingga mempekerjakan tukang kolam pribadi untuk memperbaiki kolam refleksi. "Wah! Benar-benar pecundang," ujar Biden di hadapan hadirin.
Biden juga mengecam kolam refleksi tersebut sebagai simbol dari masalah yang lebih dalam. "Kolam refleksi itu mencerminkan sesuatu yang jauh lebih buruk daripada narsisme dan inkompetensi yang menjadi inti pemerintahan ini, yaitu korupsi. Korupsi yang dilakukan secara terang-terangan dan tanpa rasa malu, dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah pemerintahan Amerika," tegasnya.
Korupsi dan Kelompok 6 Januari
Biden secara khusus menyoroti rencana Trump untuk memberikan kompensasi kepada para pelaku kerusuhan 6 Januari 2021 di Gedung Capitol. "Yang membuat saya marah adalah Trump ingin memberikan uang wajib pajak, uang Anda, kepada para pelaku pemberontakan 6 Januari. Itulah yang ingin dia lakukan," kata Biden. Ia menambahkan, "Orang-orang ini tidak pantas mendapatkan kompensasi. Mereka pantas dijebloskan ke penjara untuk waktu yang sangat, sangat, sangat lama."
Kritik ini disampaikan sekitar dua tahun setelah debat sengit antara Biden dan Trump pada pemilu 2024, yang berakhir dengan mundurnya Biden dari pencapresan. Sejak meninggalkan Gedung Putih pada awal 2025, Biden tidak segan-segan mengkritik Trump. Dalam sebulan terakhir, ia menghadiri berbagai acara partai di Maryland, South Dakota, dan Delaware untuk menggalang dukungan bagi Demokrat di tengah masa jabatan kedua Trump.
Popularitas Biden Menurun
Langkah Biden ini terjadi di tengah situasi pasca-kepresidenan yang rumit. Banyak anggota Partai Demokrat yang masih kecewa dengan cara Biden menangani pemilu 2024. Jajak pendapat terbaru dari CNN yang dilaksanakan SSRS menunjukkan hanya 30 persen warga AS yang memiliki pandangan positif terhadap Biden. Angka ini tercatat sebagai yang terendah dibandingkan periode mana pun selama Biden menjabat di Gedung Putih.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan langsung dari Trump atau Gedung Putih atas kritikan tajam Biden tersebut.



