Ketua DPP PSI, Bestari Barus, mengungkapkan bahwa Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) meminta partainya untuk mengawal pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka hingga dua periode. Permintaan tersebut disampaikan Jokowi saat pertemuan dengan Bestari dan pengurus PSI di Solo pada Kamis, 18 Juni 2026.
AHY: Fokus pada Urusan Dalam Negeri
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menanggapi santai pernyataan tersebut. Menurutnya, Pemilu 2029 masih cukup lama sehingga belum perlu dibahas secara serius. "Mari kita sama-sama menyadari ini masih tahun 2026, menuju 2029 juga masih agak lama," kata AHY di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026).
AHY menegaskan bahwa Partai Demokrat saat ini lebih fokus pada urusan dalam negeri, khususnya di bidang ekonomi. Ia menyebutkan bahwa partainya ingin menjaga daya beli masyarakat, membuka lapangan kerja, dan menekan kemiskinan. "Saya rasa kita fokus dulu ya di urusan dalam negeri. Fokus kita adalah ekonomi. Kita ingin memastikan pertumbuhan bisa dijaga, kemudian daya beli masyarakat juga bisa terjaga, lapangan pekerjaan bisa terbuka dengan baik, kemiskinan bisa diturunkan, ketimpangan bisa ditekan. Fokus Demokrat di sana," ucap AHY.
Infrastruktur Berdampak Langsung
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan ini juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Ia mendorong program-program di kementeriannya agar tidak membutuhkan waktu lama untuk dirasakan manfaatnya. "Dan itu juga mengapa saya kawinkan dengan spirit atau paradigma pembangunan infrastruktur yang langsung berdampak. Jadi tidak terlalu lama menunggu dampak dari setiap pembangunan infrastruktur. Mengapa jalan daerah harus dibangun dengan baik, irigasi harus juga diperkuat dan lain sebagainya," ujar dia.
Pesan Jokowi ke PSI
Sebelumnya, Bestari Barus mengungkapkan bahwa Jokowi meminta PSI dan simpatisannya untuk mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran, bahkan hingga dua periode. "Kepada kami beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? ada-ada aja," kata Bestari kepada wartawan, Jumat (18/6).
Bestari menyebutkan bahwa pertemuan dengan Jokowi berlangsung di Solo pada Kamis pagi. Dalam pertemuan itu, Jokowi juga mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan internal partai dan mendukung pemerintahan yang sedang berjalan. "Beliau terus, tadi pun saya dititip pesan ya jaga keharmonisan di internal. Dan juga ingatkan untuk kawan-kawan di manapun itu, mendukung pasangan Pak Prabowo-Gibran ini gitu, mau matahari apa lagi," katanya.



