Ketua DPP PSI Bestari Barus menyampaikan bahwa penyematan jaket PSI terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akan dilakukan segera. Dia menyebut kemungkinan Jokowi sudah berjaket PSI sebelum keliling Indonesia.
Harapan PSI soal Jaket Jokowi
"Harapan kita gitu (sudah berjaket PSI sebelum keliling Indonesia), Mas Kaesang ini kan punya hitungan-hitungan politik yang mantap juga kalau pada saat ini nanti akan begini gitu," kata Bestari saat dihubungi, Minggu (14/6/2026).
Ia memastikan Jokowi secara resmi menjadi kader PSI tidak akan dilakukan secara tertutup. Dia menyebut hal itu akan diumumkan ke publik.
"Saya kira media akan menjadi yang utama disampaikan untuk rilisnya beliau. Pasti pada saat itu bukan, bukan internal gitu ya pasti juga mengundang media. Saya kira itu," ucap dia.
Namun demikian, ia belum bisa memastikan kapan tanggal pastinya. Ia menyebut Ketum PSI Kaesang Pangarep yang akan mengumumkan secara langsung.
"Segera, segera. Ya sebetulnya jaketnya sudah lah udah pernah dijaketkan, itu kan hanya simbolis saja sampai nanti Mas Kaesang sebagai Ketua Umum kami kemudian mengumumkan. Itu ranah beliau mengumumkan kehadiran Pak Jokowi itu secara simbolis pada kesempatan dan waktu dan tempat yang nanti ditentukan kemudian," ujar dia.
Penyematan Jaket Jadi Tanda Resmi
Bestari Barus sebelumnya mengatakan PSI akan segera melakukan penyematan jaket kepada Jokowi sebagai tanda resminya menjadi Ketua Dewan Pembina. Bestari mengatakan penyematan jaket itu juga menjadi penanda Jokowi tak lagi bersama PDIP.
Bestari mengatakan penyematan jaket akan dilakukan Ketum PSI Kaesang Pangarep. Namun Bestari belum memastikan kapan tepatnya penyematan jaket tersebut.
"Ya, bisa seperti itu (sebelum keliling), bisa mengalir. Yang paling penting adalah bahwa menjadi permakluman publik Pak Jokowi itu bukan sekadar kata-kata saja," kata Bestari kepada wartawan, Sabtu (13/6).
"Tetapi nanti, setelah disematkan jaket itu dan diumumkan secara resmi oleh Ketua Umum, itu menjadi permakluman publik sebesar-besarnya bahwa Pak Jokowi sudah bersama PSI dan tidak lagi bersama PDI," sambungnya.



