Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak generasi muda untuk tidak asal mencari pasangan hidup, melainkan menjadikan proses pencarian itu sebagai ikhtiar yang dilandasi niat ibadah, tanggung jawab, dan nilai-nilai agama. Hal ini disampaikan saat membuka kegiatan Golek Garwo di Jakarta, Minggu (28/6/2026).
Golek Garwo: Ruang Ta'aruf Aman dan Santun
Kegiatan Golek Garwo (Ta’aruf Session) merupakan bagian dari rangkaian Peaceful Muharam 1448 H yang diselenggarakan dalam Nikah Fest 2026 dan Islamic Wedding Expo. Acara ini diikuti oleh 354 muda-mudi yang terdaftar, belum termasuk peserta yang mendaftar langsung di lokasi. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama menjadi penggiat utama acara ini.
Menag menyambut baik penyelenggaraan Golek Garwo sebagai ruang perkenalan yang aman, santun, dan sesuai nilai-nilai Islam bagi masyarakat yang memiliki niat serius membangun rumah tangga. Menurutnya, proses ta’aruf perlu dijalani dengan adab, kejujuran, kesungguhan niat, serta pendampingan agar tetap berada pada tujuan mulia pernikahan.
Esensi Pernikahan: Akad Sah, Keluarga Siap, Iman dan Kasih Sayang
Nasaruddin Umar mengingatkan agar calon pengantin tidak hanya fokus pada kemeriahan resepsi. Ia menegaskan bahwa esensi pernikahan terletak pada akad yang sah, kesiapan membangun keluarga, serta komitmen menjalankan kehidupan rumah tangga yang dilandasi iman, kasih sayang, komunikasi, dan tanggung jawab.
“Kemeriahan pesta boleh direncanakan, tetapi jangan sampai mengalahkan substansi pernikahan. Yang paling utama adalah akad yang sah, keluarga yang siap, dan rumah tangga yang dibangun di atas iman, kasih sayang, komunikasi, dan tanggung jawab,” ujar Nasaruddin.
Menag: Mencari Pasangan Adalah Jalan Menuju Ketenangan
Menurut Nasaruddin, pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, melainkan menjadi jalan membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Ia mengutip Al Quran yang menegaskan bahwa pasangan hidup diciptakan untuk memberikan ketenangan serta menumbuhkan cinta dan kasih sayang dalam rumah tangga.
“Mencari pasangan bukan sekadar mencari teman hidup, tetapi mencari jalan menuju ketenangan, tanggung jawab, dan keberkahan keluarga,” kata Nasaruddin.
Nikah Fest 2026: Ekosistem Pernikahan Terpadu
Menag juga mengapresiasi penyelenggaraan Islamic Wedding Expo yang mempertemukan calon pengantin, pelaku usaha pernikahan, perbankan, lembaga mitra, serta layanan pemerintah dalam satu ekosistem. Ia berharap seluruh rangkaian Nikah Fest 2026 mampu memperkuat gerakan sadar catat nikah, memperluas edukasi keluarga, dan melahirkan semakin banyak keluarga sakinah-maslahat di Indonesia.



