Ketua MK Ungkap Peran Penting Kampus bagi Konstitusi
Ketua MK Ungkap Peran Penting Kampus bagi Konstitusi

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Suhartoyo menegaskan pentingnya kontribusi akademisi dalam peradilan konstitusi. Dalam sambutannya saat menerima penghargaan "Bhakti Justisia" dari Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta pada puncak peringatan Dies Natalis ke-46 UNISRI, Jumat 26 Juni 2026, ia menjelaskan bahwa keterangan ahli menjadi jembatan antara norma hukum dan realitas sosial, sehingga memperkaya argumentasi hukum Mahkamah dalam memutus perkara.

Peran Strategis Perguruan Tinggi

Suhartoyo berharap perguruan tinggi terus memperkuat perannya sebagai penjaga akal sehat konstitusional, laboratorium kewargaan, serta mitra dalam pengembangan ilmu hukum dan penyebarluasan pemahaman terhadap putusan MK. "Mahkamah Konstitusi dan perguruan tinggi berada pada jalan pengabdian yang sama, menjaga agar Indonesia tetap menjadi negara hukum yang demokratis dan bermartabat. MK menjaga konstitusi melalui putusan. Kampus menjaga konstitusi melalui ilmu pengetahuan," kata Suhartoyo seperti dikutip Minggu (28/6/2026).

Ia menambahkan, "MK berbicara melalui putusan. Kampus berbicara melalui riset, kritik, dan pendidikan. Bentuk dan jalan boleh berbeda, tetapi tujuannya sama, yakni memastikan kekuasaan tunduk kepada konstitusi dan konstitusi bekerja untuk manusia."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kolaborasi Menghadapi Tantangan Digital

Suhartoyo mengajak perguruan tinggi membangun kolaborasi berkelanjutan dengan MK dalam menghadapi berbagai tantangan konstitusional di era digital. Menurutnya, kerja sama ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya konstitusi, memperkuat kesadaran hukum masyarakat, serta memastikan konstitusi tetap menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kampus tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai mitra strategis MK dalam menjaga konstitusi. Dengan kolaborasi yang erat, diharapkan Indonesia dapat terus menjadi negara hukum yang demokratis dan bermartabat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga