NasDem Dukung Pembangunan Rusun untuk Warga Bantaran Rel Senen, Ingatkan Risiko Kecelakaan
Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta menyatakan kesepakatan dengan rencana Presiden Prabowo Subianto untuk membangun hunian bagi warga yang tinggal di bantaran rel kawasan Senen, Jakarta Pusat. Partai politik tersebut mengingatkan bahwa rumah-rumah di area tersebut rentan terhadap kecelakaan dan memerlukan penanganan segera.
Dukungan dengan Catatan Penting
Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter, mengungkapkan bahwa pihaknya pada prinsipnya menyambut baik dan mendukung penuh inisiatif Presiden Prabowo Subianto dalam menyediakan hunian layak bagi warga bantaran rel Senen. "Kami dari Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta pada prinsipnya menyambut baik dan mendukung penuh inisiatif Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam menyediakan hunian yang layak bagi warga yang selama ini tinggal di bantaran rel kawasan Senen," kata Jupiter kepada wartawan pada Minggu, 29 Maret 2026.
Jupiter menilai pembangunan hunian ini sebagai bentuk kehadiran negara untuk memberikan tempat tinggal yang aman dan sehat. Dia menekankan bahwa kondisi hunian di bantaran rel selama ini memiliki risiko tinggi, baik dari aspek keselamatan maupun kesehatan, sehingga relokasi menjadi kebutuhan mendesak.
Relokasi Humanis dan Partisipatif
Meski mendukung, NasDem memberikan sejumlah catatan kritis terkait rencana pembangunan hunian tersebut. "Relokasi harus humanis dan partisipatif. Relokasi warga memang diperlukan, mengingat bantaran rel bukan peruntukan hunian. Tetapi prosesnya harus dilakukan secara persuasif, dialogis, dan tanpa paksaan, dengan melibatkan warga dalam setiap tahap," jelas Jupiter.
Selain itu, NasDem mengingatkan pentingnya kepastian hunian pengganti yang layak huni, terjangkau, dan tidak jauh dari sumber mata pencaharian warga. "Pemerintah harus memastikan bahwa hunian pengganti—baik berupa rusun atau bentuk lainnya—layak huni, terjangkau, dan tidak jauh dari sumber mata pencaharian warga," tambahnya. Dia juga menekankan bahwa relokasi harus disertai jaminan keberlanjutan ekonomi, termasuk akses pekerjaan, pendidikan, dan transportasi.
Penataan Kawasan Berkelanjutan
NasDem berharap adanya penataan kawasan yang berkelanjutan pasca-relokasi. Menurut Jupiter, kawasan di tepi rel tidak boleh kembali ditempati secara ilegal di kemudian hari. "Penertiban bantaran rel harus diikuti dengan penataan kawasan agar tidak kembali ditempati secara ilegal di kemudian hari," ujarnya.
Dukungan dari PDIP dengan Syarat
Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Ida Mahmudah, juga mendukung pembangunan hunian untuk warga bantaran rel Senen. Dia mengingatkan bahwa lahan di sepanjang rel tersebut adalah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan memerlukan perhatian khusus terkait keselamatan.
"Itu tanah DJKA kalau sepanjang rel kereta di Senen itu, itu memang kewenangan pusat. Memang yang perlu diperhatikan lagi kalau memang itu dibangun harus perawatan atau pengawasan yang perlu karena riskan kecelakaan kereta, atau mungkin dipagar permanen yang tinggi agar masyarakat penghuni rusun tidak gampang nyeberang," kata Ida.
Ida menekankan bahwa jika rusun dibangun, penghuninya harus warga yang memiliki KTP Jakarta. Dia juga mengingatkan agar pembangunan tidak menimbulkan risiko kecelakaan bagi warga.
Latar Belakang Inisiatif Prabowo
Rencana pembangunan hunian ini berawal dari kunjungan atau blusukan Presiden Prabowo Subianto ke bantaran rel kereta api kawasan Senen, Jakarta Pusat. Setelah menyerap aspirasi warga, Prabowo memerintahkan sejumlah menteri dan pimpinan PT KAI untuk membangun hunian layak bagi mereka.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa perintah tersebut diberikan dalam rapat terbatas yang dipimpin Prabowo, melibatkan Menteri Perumahan, Menteri Pekerjaan Umum, Dirut Perumnas, dan Dirut PT KAI. "Presiden Prabowo langsung memerintahkan Menteri Perumahan melalui telepon karena sedang di Toba (diwakili Sekjen Menteri), Menteri Pekerjaan Umum, Dirut Perumnas dan KAI (Kereta Api Indonesia) serta beberapa pejabat terkait untuk membangun rumah hunian bagi warga yang masih tinggal di pinggir rel kereta api," tulis Teddy di akun Instagram Setkab.
Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan solusi permanen bagi warga bantaran rel Senen, dengan memperhatikan aspek keselamatan, kesejahteraan, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat.



