Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo secara resmi membuka ajang Pekan Olahraga (POR) Polri 2026 pada Minggu (28/6) di Jakarta. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperkuat soliditas internal sekaligus meneguhkan kembali komitmen Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat sebagai pelindung dan pengayom.
Pembukaan Dihadiri Menteri dan Wakil Menteri
Acara pembukaan POR Polri 2026 turut dihadiri sejumlah pejabat negara, antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir serta Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap upaya Polri dalam membangun kebersamaan melalui olahraga.
Ajang olahraga ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Dalam sambutannya, Dedi menegaskan bahwa komitmen Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat harus tercermin dalam setiap aspek pengabdian, termasuk melalui kegiatan olahraga.
Olahraga Bentuk Disiplin dan Sportivitas
"Kita perlu meneguhkan kembali komitmen untuk hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung dan pengayom," kata Dedi. Menurutnya, olahraga bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga membentuk disiplin, ketangguhan, sportivitas, dan kerendahan hati bagi para personel Polri.
Dedi menambahkan bahwa ajang ini diharapkan mampu memperkuat soliditas antarpersonel sekaligus mempererat persaudaraan di lingkungan Korps Bhayangkara. Dengan semangat olahraga, Polri ingin menunjukkan bahwa mereka siap melayani dan melindungi masyarakat dengan sepenuh hati.
Sembilan Cabang Olahraga Dipertandingkan
POR Polri 2026 mempertandingkan sembilan cabang olahraga, yaitu bola basket, bola voli, bulu tangkis, judo, menembak, sky diving, serta beberapa cabang olahraga lainnya. Cabang-cabang ini diikuti oleh insan Bhayangkara dari berbagai satuan di seluruh Indonesia.
Dengan digelarnya POR Polri 2026, diharapkan semangat kebersamaan dan profesionalisme Polri semakin meningkat, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.



