Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten, telah berlangsung selama tujuh hari hingga Senin (6/7). Namun, upaya pemadaman baru mencapai 45 persen dari total lahan terbakar seluas 14 hektare.
Progres Pemadaman Capai 45 Persen
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya pada Selasa (7/7) menyatakan bahwa progres pemadaman mengalami kemajuan signifikan. "Progres pemadaman mengalami kemajuan yang signifikan mencapai 45 persen dari total lahan terbakar seluas 14 hektare," ujarnya.
Sebanyak 300 personel gabungan diterjunkan untuk mempercepat pemadaman. Personel tersebut terdiri dari BPBD Kabupaten/Kota Tangerang, BNPB, TNI, Polri, Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, dan relawan.
Armada dan Peralatan Dikerahkan
Penguatan personel didukung pengerahan armada peralatan, antara lain 19 unit mobil pemadam kebakaran, 4 unit mobil tangki air, 8 unit ekskavator, 8 unit bulldozer, 3 unit helikopter water bombing, dan 2 unit drone monitoring.
Abdul menjelaskan situasi di lapangan masih menunjukkan kepulan asap putih di antara lahan yang terbakar. "Beberapa titik api kecil nampak di antara tumpukan sampah," katanya. Proses pemadaman dilakukan dengan penyemprotan selang panjang dan ekskavator untuk mengurai tumpukan sampah. Tiga helikopter water bombing terus mengguyur lokasi yang memiliki titik api.
Pembagian Sektor Pemadaman
Area pemadaman dibagi menjadi tiga sektor, yaitu utara, tengah, dan selatan untuk memudahkan koordinasi dan penanganan. Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menjelaskan bahwa kebakaran di TPA ini membutuhkan penanganan khusus karena jenis lahan menyerupai lahan gambut, di mana api tidak hanya di permukaan tetapi juga membara di dalam tumpukan sampah.
Upaya pemadaman dilakukan dengan berbagai metode. Satgas darat melakukan penyemprotan untuk api di permukaan dan injeksi untuk api di bawah permukaan, sementara satgas udara water bombing menjangkau dari atas. Mulai hari ini, operasi pemadaman darat dioptimalkan hingga pukul 22.00 WIB. Tim Damkar dan Manggala Agni melakukan sistem injeksi dengan mesin untuk memasukkan air ke dalam tumpukan sampah.
"Metode ini sifatnya pembasahan lahan agar api dalam tumpukan segera padam. Dengan perpanjangan waktu operasi ini diharapkan upaya pemadaman berjalan secara optimal," tutur Djohan.
Penyebab Kebakaran
Kebakaran TPA Jatiwaringin terjadi sejak Selasa (30/6) dan diduga dipicu suhu panas ekstrem yang memicu gas metana di dalam timbunan sampah. Hingga berita ini diturunkan, upaya pemadaman masih terus berlangsung.



