Seorang anak perempuan berinisial A (9) di Desa Lubang Buaya, Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadi korban peluru nyasar saat sedang bermain bersama teman-temannya pada Minggu (5/7). Polisi langsung turun tangan untuk mengusut peristiwa tersebut.
Kronologi Kejadian
Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah menjelaskan bahwa korban sedang bermain dengan teman-temannya ketika tiba-tiba merasakan sakit di bagian dada akibat terkena sesuatu. "Korban sedang bermain dengan teman-temannya, tiba-tiba merasa terkena sesuatu di bagian dadanya dan terasa sakit," ujar Usep saat dihubungi pada Selasa (7/7).
Melihat korban kesakitan, teman-temannya langsung berteriak meminta tolong. Warga sekitar kemudian membawa korban ke klinik terdekat sebelum dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Kondisi Korban Saat Ini
Usep menyampaikan bahwa korban saat ini masih dirawat di RS Fatmawati Jakarta untuk pemulihan. "Korban saat ini masih dirawat untuk pemulihan di RS Fatmawati Jakarta dan kondisinya sudah stabil," kata Usep. Kondisi korban dilaporkan terus membaik dan mendapatkan perawatan intensif dari tim medis.
Penyelidikan Polisi
Polsek Setu masih melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden peluru nyasar ini. Usep mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari para saksi di lokasi. "Masih proses penyelidikan saat sekarang ini sedang melakukan interogasi/permintaan keterangan terhadap saksi-saksi yang berada di sekitar TKP," tuturnya.
Polisi juga telah menyita barang bukti berupa satu butir proyektil yang diduga kuat berasal dari senapan angin. "(Barang bukti) diduga satu butir proyektil senapan angin," kata Usep. Barang bukti tersebut akan dianalisis lebih lanjut untuk mengidentifikasi jenis senjata dan pelaku.
Imbauan untuk Masyarakat
Kapolsek Setu mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak bermain-main dengan senjata api atau senapan angin di area pemukiman. Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya peluru nyasar yang bisa mengancam keselamatan warga, terutama anak-anak. Polisi berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab.



