Bupati Kuansing Ditahan KPK, Minta Doa dan Asas Praduga Tak Bersalah
Bupati Kuansing Ditahan KPK, Minta Doa dan Praduga Tak Bersalah

Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, meminta dukungan dan doa saat digiring ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK. Ia bersama dua tersangka lain ditahan terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing. Suhardiman telah mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK dengan tangan diborgol.

Permintaan Doa dan Asas Praduga Tak Bersalah

“Makasih mohon dukungannya, doa ya. Kita asas praduga tak bersalah. Sama-sama kita berdoa ya,” kata Suhardiman di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (1/7). Dua tersangka lain yang ditahan KPK adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Kuansing Zulkarnain dan Direktur Utama PT Mitra Ideal Consultant, Ardiles. Berdasarkan KUHAP, para tersangka akan menjalani penahanan untuk 20 hari pertama.

Penyerahan Diri dan OTT KPK

Sebelumnya, Suhardiman dan Zulkarnain menyerahkan diri ke KPK pada Selasa (30/6) malam. Keduanya ditunggu tim KPK di Bandara Soekarno-Hatta. Suhardiman dan Zulkarnain sempat tidak diketahui keberadaannya saat tim KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) beberapa waktu lalu. Lembaga antirasuah pun mengeluarkan ultimatum kepada keduanya untuk kooperatif menyerahkan diri.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Detail Perkara dan Barang Bukti

KPK akan menyampaikan detail konstruksi lengkap perkara dan kronologi OTT pada sore ini. Selain Suhardiman dan Zulkarnain, KPK turut menangkap 10 orang lainnya dalam operasi senyap tersebut. Sembilan orang ditangkap di Kabupaten Kuansing, sedangkan satunya ditangkap di Jakarta. Setelah menjalani pemeriksaan awal, tim penyelidik memutuskan membawa lima orang ke Gedung Merah Putih KPK. Tiga orang dari pihak swasta, satu orang merupakan PNS di Kabupaten Kuansing, dan satu orang lainnya adalah pihak keluarga dari penyelenggara negara di Kabupaten Kuansing. Dalam OTT tersebut, tim KPK turut mengamankan barang bukti transaksi keuangan dan mobil yang diduga menjadi instrumen suap.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga