Dua Jasad WN Singapura Ditemukan Berpelukan Tertimpa Batu Erupsi Dukono
Dua WN Singapura Ditemukan Berpelukan Tertimpa Batu Erupsi Dukono

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang akibat erupsi Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, telah berhasil ditemukan. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa tim SAR gabungan menemukan satu korban berinisial E, seorang perempuan Warga Negara Indonesia (WNI), dalam kondisi meninggal dunia. Dengan ditemukannya dua korban lainnya, maka seluruh korban yang hilang telah ditemukan.

Penemuan Dua Korban WN Singapura

Dua korban terakhir yang ditemukan adalah HWQT, laki-laki WNA berusia 30 tahun, dan SMBAH, laki-laki WNA berusia 27 tahun. Keduanya merupakan warga negara Singapura. Tim SAR gabungan segera mengevakuasi dan membawa jenazah ke pos penanganan darurat erupsi Gunung Dukono, kemudian dirujuk ke RSUD Tobelo untuk identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Proses Pencarian dan Evakuasi

Abdul Muhari menjelaskan bahwa pencarian pada hari ketiga berlangsung lebih terarah setelah tim menandai titik dugaan lokasi korban tertimbun material vulkanik menggunakan koordinat GPS pada hari sebelumnya. Meskipun demikian, proses evakuasi dua jenazah terakhir sempat terkendala karena posisi korban tertimbun material vulkanik dengan ketebalan dan kedalaman yang signifikan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengungkapkan bahwa kedua korban WN Singapura ditemukan pada pukul 13.00 WIT, sekitar 13 meter arah utara dari lokasi pertama kali sinyal darurat ditangkap oleh Basarnas Command Center. Kedua korban ditemukan dalam satu titik dengan kondisi tubuh sudah tidak utuh akibat tertimpa batu besar saat erupsi. "Korban ditemukan dalam posisi saling berpelukan dan terhimpit batu besar," ujarnya.

Korban Selamat

Selain tiga korban meninggal dunia, sebanyak 15 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Korban selamat WNA asal Singapura terdiri dari TYME (laki-laki, 30 tahun), OSS (perempuan, 37 tahun), PL (perempuan, 33 tahun), LHEI (perempuan, 31 tahun), TJYG (perempuan, 30 tahun), LYXV (perempuan, 30 tahun), dan LSD (laki-laki, 29 tahun). Sementara korban selamat WNI terdiri dari BB (laki-laki, 24 tahun), YL (laki-laki, 23 tahun), S (laki-laki, 26 tahun), A (laki-laki, 22 tahun), H (laki-laki, 26 tahun), FN (perempuan, 27 tahun), RI (perempuan, 29 tahun), dan SJ (laki-laki, 48 tahun).

Dalam operasi pencarian, dua korban selamat, RS dan JA, turut membantu tim SAR dengan memberikan informasi terkait jalur pendakian dan titik terakhir keberadaan para korban sebelum erupsi terjadi.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR erupsi Gunung Dukono secara resmi dinyatakan ditutup.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga