Panglima TNI Serahkan Santunan dan Kenaikan Pangkat Anumerta untuk Prajurit Gugur di Lebanon
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto secara langsung menyerahkan santunan hak-hak kepada keluarga tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. Ketiga prajurit tersebut adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon, yang meninggal dunia akibat terdampak eskalasi serangan antara Hizbullah dan Israel di wilayah tersebut.
Rincian Santunan yang Diberikan
Santunan yang disampaikan oleh Panglima TNI mencakup berbagai komponen finansial dan non-finansial. Berikut adalah rincian jumlah santunan tunai untuk masing-masing prajurit:
- Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar: Rp 1.894.688.236
- Sertu Muhammad Nur Ikhwan: Rp 1.846.309.049
- Praka Farizal Rhomadhon: Rp 1.854.075.205
Jenderal Agus menjelaskan bahwa santunan ini terdiri dari beberapa elemen, termasuk nilai tunai tabungan asuransi, santunan risiko kematian khusus, beasiswa untuk dua anak, santunan kematian dari PBB, dana watzah, TWP AD, personal accident, serta santunan gugur dari perbankan.
Kenaikan Pangkat dan Penghargaan Tambahan
Selain santunan tunai, ketiga prajurit yang gugur juga menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa Operasi Militer Selain Perang Anumerta (KPLB OMSPA). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas pengabdian dan pengorbanan mereka dalam misi kemanusiaan.
Penghargaan lain yang turut disampaikan meliputi Medal “Dag Hammarskjold” dari PBB, gaji terusan selama 12 bulan (yang mencakup gaji pokok, ULP, dan tunjangan jabatan), serta pensiun janda setelah pembayaran gaji terusan selesai. Langkah-langkah ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi keluarga yang ditinggalkan.
Lima Prajurit Lainnya Alami Luka-Luka
Dalam insiden yang sama, tercatat lima prajurit TNI lainnya juga menjadi korban luka-luka. Mereka adalah:
- Praka Rico Pramudia
- Praka Bayu Prakoso
- Praka Arif Kurniawan
- Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana
- Praka Deni Rianto
Para prajurit ini sedang melaksanakan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon, yang bertujuan untuk mendukung stabilitas dan kemanusiaan di wilayah konflik. Eskalasi serangan antara Hizbullah dan Israel telah menimbulkan korban di kalangan personel misi internasional ini.
Panglima TNI Agus Subiyanto sebelumnya telah mengunjungi rumah duka Kapten Zulmi untuk menyampaikan takziah dan janji pemenuhan hak-hak keluarga. Komitmen ini menunjukkan perhatian tinggi TNI terhadap kesejahteraan prajurit dan keluarganya, terutama dalam situasi berisiko seperti operasi militer di luar negeri.



