Polda Metro Bongkar Skema Monetisasi Pornografi di Aplikasi HOT51
Skema Monetisasi Pornografi HOT51 Dibongkar Polda Metro

Penyidik Subdit Umum Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengurai skema tindak pidana pornografi pada sistem elektronik aplikasi HOT51. Aplikasi ini merupakan sistem elektronik yang menyediakan layanan perjudian dan live streaming pornografi.

Modus Operandi Live Streaming Pornografi

Dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (26/6), terungkap secara rinci bagaimana sindikat kejahatan ini meraup dan memutar keuntungan finansial dari eksploitasi konten erotis. Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri menyatakan, "Hasil penyidikan menunjukkan aplikasi tersebut diduga digunakan untuk perjudian dan siaran langsung bermuatan pornografi." Turut hadir Wakapolda Brigjen Dekananto, Dirreskrimum Kombes Iman Imanuddin, Kabid Humas Kombes Budi Hermanto, dan Dirresnarkoba Kombes Ahmad David.

Kombes Iman menjelaskan lebih lanjut mengenai modus operandi tindak pidana pornografi ini yang dijalankan melalui fitur live streaming di dalam aplikasi HOT51. Para penonton yang menyaksikan tayangan erotis tersebut memberikan bayaran berupa virtual gift kepada para host wanita yang sedang beradegan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penyamaran Aliran Dana Melalui Payment Gateway

Untuk bisa memberikan bayaran atau melakukan deposit guna membeli gift, sindikat ini mengelabui sistem perbankan nasional menggunakan saluran Virtual Account yang dikelola Payment Gateway PT PDN, Virtual Account dari PT HSR, serta rekening perusahaan atas nama PT KAJP. "Keuntungan finansial yang terkumpul dari saweran virtual gift para penonton tersebut tidak berhenti di dalam aplikasi. Dana hasil kejahatan pornografi itu kemudian dikonversi menjadi uang tunai melalui korporasi perusahaan penyedia jasa pembayaran (Payment Gateway) serta rekening perseroan cangkang," jelas Kombes Iman. "Fasilitas virtual account korporasi Payment Gateway tersebut sengaja disalahgunakan agar aliran dana gelap hasil kejahatan dapat ditampung sekaligus disamarkan," sambungnya.

Setelah dikonversi menjadi uang tunai, dana gelap hasil kejahatan pornografi tersebut didistribusikan secara terstruktur sebagai komisi berjenjang kepada jaringan agensi di lapangan. Alur pembagian uang komisi ini membedah empat tingkatan hirarki agensi.

Empat Tersangka dan Perannya

OV ditangkap di wilayah Aceh Utara dan berperan selaku Master Agent. OV bertugas merekrut host, agent, dan Super Agent, mengelola alur distribusi gaji/komisi, serta menjadi pihak yang secara langsung menerima aliran dana hasil kejahatan dari rekening perusahaan Payment Gateway.

RM ditangkap di Gresik, Jawa Timur, dan berperan selaku Super Agent. RM bertugas merekrut host dan agent, mempromosikan aplikasi di media sosial, serta mengelola alur distribusi gaji atau komisi bagi para agent dan host di bawahnya.

BF ditangkap di Jakarta Barat dan berperan selaku Agent. BF bertugas merekrut host, mempromosikan aplikasi di media sosial, serta mengelola alur distribusi gaji atau komisi langsung kepada para host.

WS ditangkap di Ngawi, Jawa Timur. WS bertindak langsung sebagai Host aplikasi HOT51 yang dipekerjakan untuk mempertontonkan adegan pornografi demi memancing gift penonton.

Aliran Dana ke Sindikat WNA Tiongkok

Sisa keuntungan masif yang telah dipotong dari perputaran distribusi komisi jaringan agensi perjudian dan pornografi di lapangan, selanjutnya terus dialirkan ke atas. "Skema aliran dana gelap ini pada akhirnya bermuara pada sindikat warga negara asing (WNA) asal Tiongkok selaku aktor intelektual, inisiator pendanaan, dan pemegang kendali utama (beneficial owner), di antaranya tersangka XR ditangkap di Lumajang serta buronan XB," jelas Kombes Iman.

Polda Metro Jaya sebelumnya juga telah memblokir 118 rekening dan menyita Rp 14,9 miliar terkait aplikasi HOT51. Kasus ini terus dikembangkan untuk membongkar seluruh jaringan sindikat pornografi dan judi online.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga