Ustaz Abdul Somad Dihadang Puluhan Orang saat Hendak Ceramah di Kutai Barat
UAS Dihadang Puluhan Orang saat Hendak Ceramah di Kaltim

Puluhan warga menghadang kendaraan Ustaz Abdul Somad (UAS) saat hendak mengisi ceramah dalam peringatan Tablig Akbar di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, pada Jumat (3/7) lalu. Insiden terjadi saat kendaraan UAS baru keluar dari bandara menuju lokasi acara.

Kronologi Pengadangan

Di gerbang bandara, sejumlah orang yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Dayak mengadang mobil UAS. Kasi Humas Polres Kutai Barat, Iptu Sukoco, menyatakan bahwa jumlah pengadang sekitar 20 hingga 25 orang. "Benar ada sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan warga Kutai Barat menyampaikan penolakan terhadap kehadiran UAS. Jumlahnya sekitar 20 sampai 25 orang," kata Sukoco pada Senin (6/7).

UAS semula dijadwalkan mengisi ceramah di kawasan Islamic Center Masjid Al-Muttaqin, Kecamatan Melak. Ia juga dijadwalkan hadir dalam peringatan Hari Lahir ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Upaya Pengamanan oleh Aparat

Rencana kehadiran UAS sebelumnya telah dibahas dalam rapat Forkopimda yang melibatkan tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat. Hasil rapat menyetujui kehadiran UAS. Namun, dalam video yang beredar, kedatangan UAS langsung diadang di pintu bandara. Massa bahkan sempat menaiki kendaraan yang diduga dinaiki UAS. Mereka menolak kehadiran UAS karena khawatir akan terjadi perpecahan akibat ceramahnya.

Aparat kepolisian dan TNI telah mengantisipasi situasi dan berhasil meredam massa. Menurut Iptu Sukoco, pihaknya memindahkan UAS dari kendaraan semula. "Seolah-olah UAS berada di mobil itu, padahal beliau sudah berada di kendaraan lain dan lebih dulu melintas. Saat mereka memeriksa kendaraan tersebut, ternyata UAS tidak ada di dalamnya," jelasnya.

Dampak dan Respons

Insiden ini menunjukkan adanya penolakan terhadap tokoh agama tertentu di wilayah Kutai Barat. Meskipun demikian, aparat keamanan berhasil memastikan keselamatan UAS dan acara tetap berlangsung sesuai rencana. Polres Kutai Barat terus berkoordinasi dengan tokoh masyarakat untuk menjaga kondusivitas daerah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga