Warga di sekitar Jonggol, Bogor, digemparkan oleh penampakan awan yang memancarkan warna-warna pelangi di langit pada Jumat (1/5/2026). Fenomena langka ini terekam dalam video dan foto yang beredar luas di media sosial.
Kronologi Kemunculan Awan Pelangi
Fenomena ini pertama kali disadari oleh Ahmad Baehaqy Pratama, seorang pemuda berusia 21 tahun, saat melintas di Jalan Jeprah, Jonggol. Ia mengaku melihat sesuatu seperti pelangi di sebelah kanan jalan, meskipun belum turun hujan. Sejumlah pengendara lain ikut memperlambat laju kendaraan, bahkan ada yang memilih menepi untuk mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponsel. Akibatnya, lalu lintas di kawasan itu sempat tersendat.
Penjelasan BMKG
Pelaksana Harian (Plh) Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, memberikan penjelasan terkait fenomena tersebut. Menurutnya, peristiwa ini merupakan hal yang umum terjadi dan berkaitan dengan optik atmosfer. Warna pelangi muncul akibat interaksi cahaya matahari dengan butir-butir air di udara, baik dari sisa hujan maupun hujan yang sedang terjadi di wilayah lain, seperti Sentul.
Ida juga menjelaskan bahwa pada saat yang sama, terdapat awan towering cumulus yang menutupi sebagian pelangi. Hal ini menyebabkan bentuk pelangi tidak utuh dan tampak seperti awan berwarna-warni. Meskipun terlihat indah, fenomena ini bukanlah pertanda bahaya. Justru, ia menunjukkan adanya proses pertumbuhan awan konvektif yang dapat memicu hujan lokal di sekitar wilayah tersebut, meskipun titik pengamat masih dalam kondisi cerah.
Kesimpulan
Fenomena awan pelangi di Jonggol, Bogor, merupakan peristiwa optik atmosfer yang wajar terjadi. BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir, karena kejadian ini tidak mengindikasikan bencana alam, melainkan hanya proses alamiah yang biasa terjadi di atmosfer.



