Korsel Wajibkan Operator Seluler Berikan Paket Internet Gratis Sebagai Ganti Rugi
Korsel Wajibkan Operator Beri Internet Gratis Sebagai Ganti Rugi

Korsel Wajibkan Operator Seluler Berikan Paket Internet Gratis Sebagai Ganti Rugi

Hak atas akses internet semakin diakui sebagai hak asasi manusia yang fundamental di era digital. Di Korea Selatan, keyakinan ini kini diwujudkan dalam bentuk program internet gratis yang akan dinikmati oleh sekitar tujuh juta pengguna ponsel. Program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang mewajibkan operator telekomunikasi memberikan kompensasi kepada masyarakat.

Paket Darurat dengan Kecepatan Terbatas

Warga Korea Selatan akan mendapatkan aliran data tanpa batas setelah kuota bulanan mereka habis terpakai. Meskipun demikian, kecepatan koneksi internet pada paket darurat ini akan dibatasi pada angka 400 Kbps. Kecepatan ini memang terbilang lambat untuk aktivitas yang membutuhkan bandwidth besar seperti menonton video streaming atau bermain game online.

Namun, data gratis ini dirancang khusus untuk tugas-tugas dasar seperti berkirim pesan, melakukan autentikasi keamanan, dan mengakses informasi penting. Kementerian Sains dan ICT Korea Selatan telah mengonfirmasi bahwa tiga operator besar telah menyetujui inisiatif ini, yaitu:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • SK Telecom
  • KT
  • LG Uplus

Latar Belakang Kebijakan: Respons atas Pelanggaran Keamanan

Program kompensasi ini muncul sebagai bentuk pertanggungjawaban operator atas berbagai kasus keamanan siber yang terjadi belakangan ini. Menteri Sains dan ICT Bae Kyung-hoon menjelaskan bahwa akses online tanpa batas termasuk dalam hak dasar telekomunikasi yang biayanya wajib ditanggung oleh operator.

Beberapa insiden keamanan yang mendorong kebijakan ini antara lain:

  1. SK Telecom didenda sebesar USD 97 juta (sekitar Rp 1,5 triliun) akibat peretasan pada sistem intinya
  2. LG Uplus mengalami kebobolan data catatan panggilan pelanggan sebesar 3TB
  3. KT diketahui menyebarkan hardware pemancar dengan keamanan buruk yang mengekspos pelanggan pada risiko penipuan siber

Bahkan KT pernah dituduh memasang software berbahaya pada sekitar 600.000 komputer pelanggan secara diam-diam untuk mengganggu lalu lintas torrent, yang akhirnya berujung pada penyelidikan kepolisian.

Komitmen Tambahan Operator

Sebagai bentuk permintaan maaf tambahan, perusahaan telekomunikasi diwajibkan untuk meningkatkan jatah kuota bagi warga lanjut usia. Mereka juga berjanji akan memperkenalkan paket 5G murah dengan harga maksimal USD 13,50 (sekitar Rp 216 ribu).

Menteri Bae menegaskan bahwa industri telekomunikasi saat ini telah mencapai titik kritis yang membutuhkan tindakan nyata. Ia menuntut para operator memberikan inovasi dan kontribusi sosial yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Konteks Infrastruktur Digital Korea Selatan

Kebijakan ini menarik karena Korea Selatan sebenarnya memiliki salah satu layanan internet seluler tercepat di dunia. Rata-rata kecepatan unduhan di negara tersebut berkisar antara 139 hingga 250 Mbps, dengan jaringan 5G bahkan mampu menembus 400 Mbps. Program internet gratis dengan kecepatan terbatas ini justru menunjukkan komitmen pemerintah terhadap hak digital konsumen di tengah kemajuan infrastruktur yang pesat.

Langkah tegas pemerintah Korea Selatan ini patut diapresiasi karena berani menekan operator yang lalai demi melindungi kepentingan masyarakat. Kebijakan ganti rugi berupa kuota darurat ini dianggap sebagai model yang bisa diadopsi oleh banyak negara lain untuk memastikan hak digital konsumen tidak terus diabaikan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga