Kepala BNPB Tinjau Gereja Katolik di Minahasa yang Rusak Akibat Gempa 7,6
BNPB Tinjau Gereja Rusak Gempa di Minahasa

Kepala BNPB Tinjau Langsung Kerusakan Gereja Katolik di Minahasa Pascagempa

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto melakukan kunjungan langsung ke Gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus di Rumengkor, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Kunjungan ini dilakukan menyusul dampak gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah tersebut pada Kamis, 2 April 2026.

Kondisi Bangunan dan Rencana Penanganan

Suharyanto menyatakan bahwa kunjungannya bertujuan untuk memastikan kondisi fisik bangunan gereja, yang rencananya akan digunakan untuk perayaan ibadah Jumat Agung. "Penanganan kerusakan akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa," tegas Suharyanto di lokasi, seperti dilaporkan Antara pada Sabtu (4/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kepala BNPB juga menyerahkan bantuan langsung berupa uang tunai sebesar Rp10 juta serta paket makanan khusus untuk anak-anak dan lansia yang tergabung dalam jemaat gereja. Pastor Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor, Pst Emmanuel Ohoiwutun, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian pemerintah pusat. "Kami berharap bantuan ini segera diwujudnyatakan untuk pemulihan," ucapnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak Gempa dan Korban Jiwa

Gempa yang berpusat di laut pada jarak 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 33 kilometer, telah menimbulkan kerusakan signifikan. Di Kota Manado, guncangan menyebabkan satu korban meninggal dunia dan beberapa orang mengalami cedera. Bangunan yang terdampak antara lain:

  • Sayap kiri Gedung KONI Sario Manado yang ambruk.
  • Plafon Gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor-Minahasa yang runtuh.
  • Sejumlah fasilitas publik seperti Hotel Four Points, Mall Pelayanan Publik (Bapenda), dan Kantor Wali Kota yang mengalami retakan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa terletak pada koordinat 1,25° Lintang Utara dan 126,27° Bujur Timur. Guncangan turut dirasakan di wilayah Barat Daya Pantai Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara.

Status Tanggap Darurat dan Komitmen Pemerintah

Merespons sebaran dampak di beberapa wilayah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berencana segera menetapkan status tanggap darurat. Hal ini menyusul dua kabupaten di bawahnya yang telah lebih dulu menetapkan status serupa. Suharyanto menegaskan komitmen pemerintah dalam perbaikan infrastruktur.

"Untuk rumah masyarakat yang rusak, akan diperbaiki oleh pemerintah. Polanya sama seperti di daerah bencana lain," jelasnya saat mengunjungi lokasi gempa di Gedung KONI Sulut, Kecamatan Sario, Kota Manado, pada Jumat (3/4/2026).

Mekanisme perbaikan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan:

  1. Rumah rusak ringan dan sedang akan diperbaiki.
  2. Rumah rusak berat akan diganti atau dibangun baru.

Proses ini akan mempertimbangkan pengajuan dari daerah dan kemampuan fiskal setempat. Jika diserahkan ke pusat, pemerintah pusat siap mengambil alih. Selain itu, Kementerian Sosial telah memantau pemberian santunan bagi ahli waris korban jiwa sesuai peraturan perundang-undangan.

Asesmen Lanjutan dan Kesiapan BNPB

Meskipun belum ada laporan titik pengungsian terpusat, BNPB bersama tim gabungan akan terus melakukan asesmen lapangan secara mendalam. Tujuannya adalah memastikan seluruh kebutuhan penyintas terpenuhi dan tidak ada area terdampak yang luput dari pantauan. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana di Sulawesi Utara.

Dampak gempa juga tercatat di wilayah lain seperti Kabupaten Minahasa Utara, di mana Puskesmas Talawaan, gedung gereja, serta beberapa sekolah mengalami kerusakan. Sementara di Kota Bitung, bangunan Kantor Wali Kota, Kantor BPBD, tiga rumah warga, dan gedung Gereja GMIM Petra turut terdampak.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga