Keraton Yogyakarta Siap Gelar Tradisi Mubeng Beteng Malam 1 Suro
KOMPAS.com - Keraton Yogyakarta akan kembali menggelar tradisi tahunan Mubeng Beteng pada malam 1 Suro dalam kalender Jawa, yang tahun ini bertepatan dengan malam tahun baru Islam. Tradisi yang merupakan Hajad Kawula Dalem dan Lampah Budaya ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 17 Juni 2026, atau malam 1 Suro Be 1960.
Ritual Keliling Benteng Tanpa Alas Kaki
Sesuai dengan namanya, Mubeng Beteng dilakukan dengan berjalan kaki mengelilingi benteng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Peserta diwajibkan melaksanakan ritual ini dalam keadaan hening, yang dikenal dengan istilah Tapa Bisu, serta tanpa menggunakan alas kaki. Suasana khidmat dan penuh spiritualitas menjadi ciri khas dari tradisi ini.
Antusiasme Peserta dari Luar Kota
Setiap tahun, banyak masyarakat dari luar Yogyakarta berbondong-bondong datang untuk mengikuti Mubeng Beteng, baik sebagai peserta langsung maupun hanya sebagai penonton yang ingin menyaksikan kemeriahan tradisi budaya Jawa ini. Keunikan ritual dan nilai spiritual yang terkandung di dalamnya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan pecinta budaya.
Bagi Anda yang ingin menyaksikan atau berpartisipasi, pastikan untuk mempersiapkan diri dengan baik, termasuk membawa air minum dan pakaian yang nyaman, mengingat perjalanan keliling benteng memakan waktu cukup lama. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh dari pihak Keraton Yogyakarta.



