PBNU Gelar Munas dan Konbes NU di Kediri 20-21 Juni 2026
PBNU Gelar Munas dan Konbes NU di Kediri 20-21 Juni

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi telah menetapkan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso yang berlokasi di Kediri, Jawa Timur, sebagai tempat penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU. Kedua acara tersebut akan berlangsung pada tanggal 20 hingga 21 Juni 2026.

Penetapan Lokasi Melalui Surat Instruksi

Keputusan penting ini disampaikan langsung oleh Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, melalui surat instruksi bernomor 353/PB.23/A.II.08.03/99/06/2026. Dua perhelatan ini merupakan rangkaian tahapan yang harus dilalui sebelum pelaksanaan Muktamar NU ke-35 yang dijadwalkan pada Agustus 2026 mendatang.

Dalam surat tersebut, KH Miftachul Akhyar menegaskan bahwa pilihan dan keputusan ini telah dikomunikasikan kepada Ketua Umum PBNU melalui pesan WhatsApp sejak tanggal 1 Juni 2026. Beliau juga menginstruksikan kepada panitia pengarah atau steering committee dan panitia pelaksana atau organizing committee untuk segera bergerak cepat dalam mempersiapkan perhelatan tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Dengan ini saya instruksikan kepada Steering Committee dan Organizing Committee untuk segera bekerja sekuat tenaga (all out) dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menyiapkan penyelenggaraan Munas Alim Ulama dan Konbes NU dengan sebaik-baiknya," tegas Kiai Miftah dalam suratnya yang dikutip pada Sabtu (6/6).

Pesantren Al-Falah Ploso Terpilih, Dua Kandidat Lain Tersingkir

Terpilihnya Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri ini sekaligus memupuskan harapan dua kandidat kuat dari luar Pulau Jawa yang sebelumnya santer masuk dalam daftar nominasi. Kedua pesantren tersebut adalah Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan dan Pondok Pesantren Shiin Al-Falah Padang. Keputusan ini menunjukkan bahwa PBNU tetap memilih lokasi di Jawa Timur untuk menggelar acara penting tersebut.

Momentum Krusial Menuju Muktamar

Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan bahwa agenda Munas dan Konbes kali ini menjadi momentum yang sangat krusial dan esensial. Pasalnya, dalam forum tersebut nantinya PBNU akan menyepakati berbagai materi yang akan dibahas lebih lanjut dalam Muktamar NU mendatang.

Gus Ipul membeberkan bahwa sejumlah materi sensitif dan strategis siap digodok dalam forum tersebut. Beberapa di antaranya meliputi rancangan peraturan perkumpulan yang berkaitan dengan pengelolaan usaha milik PBNU, perbaikan tata kelola keuangan, hingga transisi sistem birokrasi ke arah digital melalui platform Digdaya.

"Ini adalah masa-masa yang krusial. Ada hal-hal yang ke depan perlu diperbaiki dan dijadikan pelajaran untuk kemudian dituangkan dalam peraturan-peraturan perkumpulan," ujar Gus Ipul. Dengan demikian, Munas dan Konbes NU di Kediri diharapkan dapat menghasilkan keputusan-keputusan penting yang akan membawa kemajuan bagi organisasi Nahdlatul Ulama ke depannya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga