Tito Karnavian Salurkan Bantuan dan Pastikan Pembangunan Huntap untuk Penyintas Bencana Aceh Tamiang
Tito Salurkan Bantuan dan Pastikan Huntap di Aceh Tamiang

Tito Karnavian Salurkan Bantuan dan Pastikan Pembangunan Huntap untuk Penyintas Bencana Aceh Tamiang

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, secara langsung menyerahkan bantuan kepada penyintas bencana hidrometeorologi di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Sabtu (4/4). Bantuan ini mencakup 276 paket perlengkapan ibadah, 276 paket sembako, 276 paket perlengkapan dapur, serta lima tempat penyimpanan air (toren) dengan kapasitas 2000 liter.

Penyaluran bantuan ini bertujuan untuk mendukung percepatan pemulihan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar sosial dan ekonomi para penyintas bencana di desa tersebut. Tito menegaskan bahwa upaya ini bukan sekadar memberikan bantuan pascabencana, tetapi juga merupakan langkah untuk memahami secara langsung kebutuhan hidup para penyintas secara berkelanjutan.

Aspirasi Penyintas dan Rencana Pembangunan Huntap

Dalam kunjungannya, Tito menyerap aspirasi langsung dari para penyintas yang mengungkapkan kebutuhan mendesak akan fasilitas air bersih berupa sumur bor dan hunian tetap (huntap). Mayoritas masyarakat menginginkan huntap komunal, mengingat daerah mereka rawan banjir akibat luapan sungai.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tito mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi penyintas yang telah lama mengalami keterisolasian akibat akses jalan yang sulit dijangkau, dampak dari longsor dan lumpur pasca bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tamiang pada akhir November tahun lalu. Ia berkomitmen untuk tidak membiarkan penyintas terlalu lama menjalani hidup getir pascabencana.

Setelah kembali dari Aceh Tamiang, Tito segera berkoordinasi dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, untuk membahas rencana pembangunan huntap di Desa Sekumur. Selain itu, ia juga berkomunikasi dengan PT Perkebunan Semadam yang berlokasi dekat desa tersebut, agar bersedia memberikan sebagian wilayah Hak Guna Usaha (HGU) untuk pendirian huntap.

"Kalau sudah clear masalah tanahnya maka tinggal dibersihkan, land clearing dari kabupaten, dan setelah itu nanti dibangunkan oleh Menteri PKP Maruarar Sirait. Beliau sudah minta terus datanya kepada saya," kata Tito dalam keterangannya.

Bantuan Sementara dan Timeline Pembangunan

Sementara menunggu huntap selesai dibangun, Tito memastikan bahwa penyintas bencana akan menerima bantuan lauk pauk sebesar Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan. Skema ini disesuaikan dengan target pembangunan huntap yang diperkirakan memakan waktu tiga hingga empat bulan, tergantung pada kecepatan dan kelengkapan data dari pemerintah daerah.

"Kalau sudah nanti datanya diserahkan Kementerian PKP, maka Kementerian PKP segera turun survei, dilakukan (pembangunan) dan mungkin 3 bulan 4 bulan seperti kita lihat di Tapsel (Tapanuli Selatan) 3 bulan. Tapi yang di Sibolga 4 bulan. Tapanuli Tengah juga target 4 bulan," jelas Tito.

Kunjungan Tito ke Aceh Tamiang merupakan bagian dari rangkaian agenda penerjunan praja IPDN gelombang ketiga, sekaligus meninjau progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah tersebut. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan dan meningkatkan kesejahteraan para penyintas bencana.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga