Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-102 Perkumpulan Strada menjadi momentum bagi peserta didik dari jenjang taman kanak-kanak hingga SMA/SMK untuk menunjukkan kreativitas, bakat, dan karakter yang telah mereka kembangkan melalui proses pendidikan. Berbagai perlombaan yang digelar pada Jumat (22/5/2026) hingga Sabtu (23/5/2026) menghadirkan suasana penuh semangat, kebersamaan, dan sportivitas di lingkungan keluarga besar Perkumpulan Strada.
Komitmen Pendidikan Karakter
Memasuki usia ke-102, Perkumpulan Strada terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik. Lebih dari itu, pendidikan juga diarahkan untuk mengembangkan karakter, kreativitas, kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Direktur Perkumpulan Strada, Romo Odemus Bei Witono, SJ, mengatakan bahwa berbagai perlombaan yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke-102 menjadi wadah bagi peserta didik untuk menyalurkan bakat, kreativitas, dan keberanian tampil. Menurutnya, setiap peserta memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang melalui pengalaman berkompetisi.
“Para pemenang diharapkan tidak cepat berpuas diri dan terus mengembangkan diri. Peserta yang belum berhasil tidak perlu berkecil hati, tetapi menjadikannya sebagai pengalaman untuk terus berlatih dan mencoba kembali di kesempatan berikutnya,” ujar Romo Bei dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (6/6/2026). Pesan tersebut menjadi semangat yang mewarnai seluruh rangkaian kegiatan.
Pembelajaran Melalui Kompetisi
Bagi Perkumpulan Strada, perlombaan bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan sarana pembelajaran yang membantu peserta didik membangun rasa percaya diri, mengasah keterampilan, dan mengembangkan sikap sportif dalam kehidupan sehari-hari. Ajarkan kepedulian lingkungan sejak dini. Pada jenjang taman kanak-kanak, kegiatan mengusung tema “Anak Strada Peduli Bumi: Cerita, Gerak, dan Karya”. Tema tersebut mengajak anak-anak untuk mulai mengenal dan mencintai lingkungan melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan dan edukatif. Para peserta mengikuti lomba Cerita Berantai, Lari Estafet, dan Gerak Kreasi. Kegiatan itu dirancang untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, motorik, kreativitas, serta kerja sama dalam kelompok.
Suasana keceriaan tampak sepanjang kegiatan berlangsung. Anak-anak antusias menampilkan kemampuan terbaik mereka di hadapan juri, guru, dan pendamping. Melalui cerita, gerak, dan permainan yang dikemas dalam bentuk kompetisi, mereka belajar tentang keberanian, kerja sama, dan pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini. Semangat kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian dari kegiatan jenjang sekolah dasar.



