Pramono Anung Harap Haul Ulama dan Habaib Betawi Jadi Tradisi di Jakarta
Pramono Anung Harap Haul Ulama Betawi Jadi Tradisi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan harapannya agar Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi yang untuk pertama kalinya digelar di Monumen Nasional (Monas) dapat menjadi tradisi yang melekat di Ibu Kota. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud penghormatan kepada para ulama, habaib, dan tokoh masyarakat Betawi yang telah memberikan kontribusi besar bagi Jakarta.

Harapan Gubernur untuk Tradisi Baru

“Ini adalah acara yang pertama kali. Dan saya sebagai Gubernur Jakarta yang menggagas acara ini, saya berharap dan memohon bahwa acara ini menjadi tradisi baru bagi kita semua untuk bisa berselawat sambil haul para tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dari Betawi yang berjasa bagi Jakarta,” ujar Pramono saat menghadiri puncak Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi 2026 di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).

Pramono menilai penghormatan kepada para ulama dan habaib sangat penting karena mereka memiliki peran besar dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat akhlak masyarakat, serta menanamkan nilai kebangsaan dan cinta tanah air di Jakarta. Masyarakat Betawi, menurutnya, dikenal religius, toleran, dan terbuka terhadap keberagaman. Oleh karena itu, ia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat Betawi yang terus menjaga kerukunan dan kebersamaan di Jakarta.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

“Sebagai Gubernur Jakarta, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Betawi yang dari waktu ke waktu selalu menjaga kerukunan, kebersamaan, kenyamanan, dan juga hidup nyaman di Jakarta ini,” ujarnya.

Kaitan dengan Persiapan 500 Tahun Jakarta

Pramono juga mengaitkan pelaksanaan haul tersebut dengan persiapan Jakarta menyambut usia 500 tahun pada 2027 mendatang. Ia menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya diukur dari infrastruktur dan investasi, tetapi juga dari kuatnya nilai budaya, akhlak, dan harmoni sosial masyarakat. Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyusun dan menyempurnakan direktori ulama, habaib, dan tokoh Betawi yang dinilai berjasa bagi perkembangan Jakarta. Buku tersebut diharapkan menjadi referensi sejarah sekaligus bentuk penghormatan kepada para tokoh Betawi.

Ia juga memastikan kegiatan serupa akan kembali digelar pada tahun depan dengan persiapan yang lebih matang. “Insyaallah penyempurnaan buku atau direktori ulama dan habaib ini terus kita lakukan dan tahun depan kita akan menyelenggarakan acara yang sama dan tentunya mudah-mudahan jauh lebih baik, lebih aman, lebih meriah,” tuturnya.

Dukungan dari Menko Pemberdayaan Masyarakat

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, menyambut baik gagasan Pramono untuk menggelar Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi. Ia menyebut acara tersebut sebagai cara untuk menelusuri, meneladani, dan meneruskan perjuangan para ulama yang telah membangun karakter masyarakat jauh sebelum Indonesia merdeka.

“Ide ini sangat luar biasa. Insyaallah dengan ide ini Pak Gubernur semakin berkah dan sukses memimpin kita semua,” kata Cak Imin. Bahkan, Cak Imin berharap Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi dapat terus dilaksanakan setiap tahun sehingga menjadi tradisi yang melekat dalam peringatan hari jadi Jakarta.

Rangkaian HUT ke-499 Kota Jakarta

Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi digelar oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta. Kegiatan tersebut mengusung tema “Memperkuat Harmoni Keagamaan di Tengah Keberagaman, Transformasi Jakarta Menuju Kota Global” dan dihadiri oleh ribuan jemaah di kawasan Monas. Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat Jakarta yang multikultural.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga