Roti Ikan Bhoi, Hantaran Pernikahan Khas Aceh yang Penuh Makna
Roti Ikan Bhoi, Hantaran Pernikahan Khas Aceh

Roti Ikan Bhoi, Hantaran Pernikahan Khas Aceh yang Penuh Makna

LHOKSUKON, KOMPAS.com – Jika dalam tradisi Betawi dikenal roti buaya, di Aceh terdapat roti ikan yang disebut bhoi. Kue berbentuk ikan ini bukan sekadar camilan, melainkan memiliki makna mendalam sebagai simbol sumber kehidupan, rezeki, dan kemakmuran. Salah satu pengusaha bhoi yang telah menekuni usaha ini selama delapan tahun terakhir adalah Darwati. Ia memiliki kios di Desa Keude Geudong, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Aceh.

Makna dan Penggunaan Bhoi dalam Adat Aceh

Masyarakat Aceh menggunakan bhoi sebagai hantaran dalam upacara adat pernikahan. Kue ini melambangkan harapan akan kehidupan yang sejahtera dan penuh berkah bagi pasangan pengantin. Bentuk ikan dipilih karena ikan merupakan sumber makanan utama yang melimpah di Aceh, sehingga dianggap membawa keberuntungan.

Ukuran dan Harga Bhoi

Bhoi tersedia dalam dua ukuran, yaitu kecil dan besar. Untuk ukuran kecil, dibanderol mulai dari Rp 1.000 per buah, sedangkan ukuran besar dijual dengan harga mulai Rp 10.000 per buah. Harga yang terjangkau membuat bhoi mudah diakses oleh berbagai kalangan untuk keperluan adat maupun konsumsi sehari-hari.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Bagi Anda yang ingin mencicipi atau menggunakan bhoi sebagai hantaran, kios Darwati di Desa Keude Geudong bisa menjadi tujuan. Usaha ini telah berjalan selama delapan tahun dan terus melestarikan tradisi kuliner khas Aceh.

Baca juga: 13 Makanan Khas Aceh yang Wajib Dicoba, Kuah Tebal Kaya Rempah Resep Mie Aceh Gurih Pedas, Bisa Pakai Daging Sapi atau Seafood.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga