Said Aqil Siroj: Butuh Rekalibrasi Spiritual untuk Dunia Lebih Baik
Said Aqil Siroj: Rekalibrasi Spiritual untuk Dunia Lebih Baik

Said Aqil Siroj, Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), menegaskan bahwa dunia membutuhkan rekalibrasi spiritual untuk menyeimbangkan kemajuan teknologi yang semakin kompleks. Hal ini disampaikan dalam Peace Dialogue di Kyoto, Jepang, pada Senin (20/4/2026).

Ancaman Kemajuan Teknologi

Menurut Said Aqil, kecanggihan teknologi telah melahirkan tantangan baru. Di satu sisi, kemajuan teknologi menciptakan peradaban unggul. Namun di sisi lain, muncul risiko eksistensial, dehumanisasi, dan demoralisasi. Dalam jangka panjang, jika tidak terkendali, teknologi berpotensi menjadi senjata genosida dan penghancur peradaban.

Ketegangan Geopolitik dan Ancaman Perang

Realitas ketegangan geopolitik dan ancaman perang dunia ketiga, baik akibat kompetisi persenjataan modern maupun konflik kepentingan, telah mengacaukan stabilitas global. Kehidupan damai dan harmonis terancam. Dunia membutuhkan pendekatan baru yang cerdas, cepat, dan tepat untuk menjawab problematika global.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Peran LPOI dan Peace Dialogue

LPOI, bersama Kuil Mii Dera Kyoto dan Sakuranesia, menggelar Peace Dialogue di Kuil Miidera, Jepang. Acara ini juga diisi penandatanganan kerja sama dengan Tenma Hospital Group untuk pengembangan rumah sakit, riset stem cell, dan pelayanan kesehatan berbasis spiritual dan natural medicine.

Rekalibrasi Spiritual sebagai Solusi

Said Aqil menyatakan, "Butuh rekalibrasi spiritual untuk mewujudkan tatanan dunia yang lebih baik." LPOI menawarkan solusi global berbasis pendekatan 'Spiritual and Natural Lifestyle', yaitu kembali ke spiritualitas dan alam sebagai pilar utama kemanusiaan dan perdamaian. Dengan kembali ke spiritualitas, manusia sadar bahwa semua manusia adalah saudara. Dengan kembali ke alam, manusia sadar pentingnya melestarikan bumi.

Internalisasi Nilai-Nilai Perdamaian

Kesadaran ini harus menjadi core value gaya hidup dan cara pandang manusia. Internalisasi nilai-nilai ini harus ditanamkan sejak dini kepada semua generasi. Said Aqil mengajak kaum agamawan untuk bergerak dan tidak tinggal diam. Bangsa Indonesia wajib hadir aktif dan cerdas dalam menyelesaikan persoalan global, sesuai amanat UUD 1945.

Pendekatan Spiritual dan Natural Lifestyle

Sekjen LPOI, Gus Imam Pituduh, menambahkan bahwa pendekatan 'Spiritual and Natural Lifestyle' menjadi jembatan penghubung persaudaraan antar manusia yang terkotak-kotak oleh perbedaan dan konflik. Pendekatan ini diharapkan menjadi jalan alternatif yang lebih genuine dan solutif, tanpa terjebak dalam blok peradaban tertentu.

Bukan Sekadar Teori

Imam Pituduh menegaskan bahwa gagasan ini bukan teori belaka. Praktiknya telah tumbuh di Asia, khususnya di bidang kesehatan dan pertanian. Formulasi pendekatan spiritual dan natural pada isu kesehatan dan pangan sangat mendesak karena merupakan pilar kemanusiaan dan perdamaian. LPOI dan Inti Trust Fund akan terus menggandeng semua pihak untuk mewujudkan misi ini.

Dukungan Sakuranesia

Founder Sakuranesia, Tovic Rustam, menjelaskan bahwa kegiatan bersama LPOI adalah langkah awal membangun kesadaran global dari Jepang. Sakuranesia berkomitmen mendukung kemanusiaan dan perdamaian dunia. Kerja sama dengan LPOI dan kaum agamawan menjadi pintu gerbang untuk membumikan nilai-nilai kebaikan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga