Menu yang Tak Pernah Absen di Meja Makan Prabowo
Presiden Prabowo Subianto dikenal memiliki selera sederhana dalam urusan makanan. Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, mengungkapkan bahwa ada tiga menu yang selalu hadir di meja makan Prabowo, yaitu Kopi Hambalang, bakso, dan nasi bakar. Menu-menu ini tidak hanya disajikan di Istana, tetapi juga saat Presiden melakukan penerbangan dalam dan luar negeri.
Tim chef on board Garuda Indonesia, termasuk Chef Yudi Mulyadi, selalu menyiapkan ketiga menu tersebut di pesawat. Untuk penerbangan jarak jauh, Chef Yudi dan tim harus memasak bakso dan nasi bakar di pesawat saat sedang terbang. Bahan-bahan seperti daun pembungkus nasi bakar harus dibawa khusus dari Indonesia karena tidak bisa sembarangan. Bahkan, area crew rest di pesawat sering digunakan untuk menyimpan sembako.
Falsafah Jawa di Balik Meja Makan
Selain menu fisik, ada menu paling menarik yang tidak pernah tercantum di buku menu, yaitu falsafah Jawa dari kakek Prabowo, R.M. Margono Djojohadikusumo. Prabowo sering membagikan wejangan seperti becik ketitik ala ketara (yang baik akan terlihat, yang buruk akan terungkap), sabdo pandito ratu (ucapan pemimpin adalah janji), rame ing gawe, sepi ing pamrih (banyak bekerja, sedikit menuntut imbalan), ojo dumeh (jangan sombong), dan ojo ngoyo (jangan memaksakan kehendak).
Dalam kepemimpinan, Prabowo sering mengutip ing ngarsa sung tulada (pemimpin harus memberi teladan). Tentang kekayaan, ia mengajarkan sugih tanpo bondo (kaya tanpa harta). Dalam perjuangan politik, falsafah menang tanpo ngasorake (kemenangan tanpa merendahkan) menjadi pedoman. Pada akhirnya, kuliah kepemimpinan di meja makan selalu bermuara pada ukuran sederhana: jika rakyat kecil bisa tersenyum, berarti kita berada di jalan yang benar.



