Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji 2026: Dari Asrama Hingga Kepulangan
Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji 2026 Dirilis

Jadwal Resmi Haji 2026: Panduan Lengkap dari Keberangkatan hingga Kepulangan

Musim haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi telah tiba, membawa jutaan calon jemaah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk menunaikan rukun Islam kelima. Pertanyaan mengenai kapan jemaah haji 2026 berangkat kini terjawab dengan dirilisnya jadwal komprehensif oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI). Rangkaian ibadah haji tahun ini akan berlangsung selama lebih dari dua bulan, dimulai dari masuk asrama haji hingga kepulangan terakhir jemaah ke Tanah Air.

Rincian Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji 2026

Sebagai informasi, kuota haji Indonesia untuk tahun 2026 ditetapkan sebanyak 221.000 jemaah, dengan rata-rata waktu tunggu nasional sekitar 26 tahun. Tahap awal penyelenggaraan ibadah haji 2026 akan dimulai dengan masuknya jemaah ke asrama haji. Jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai memasuki asrama haji pada 21 April 2026, bertepatan dengan 4 Dzulqaidah 1447 H, sebagai persiapan akhir sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

Sehari setelahnya, yakni pada 22 April 2026, pemberangkatan kloter pertama jemaah haji gelombang I akan dimulai dengan tujuan Madinah. Fase pemberangkatan gelombang I ini direncanakan berlangsung hingga 6 Mei 2026. Setelah itu, jemaah gelombang I akan melanjutkan perjalanan dari Madinah menuju Makkah pada periode 1 hingga 15 Mei 2026 untuk persiapan puncak ibadah.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pemberangkatan jemaah haji gelombang II akan dimulai pada 7 Mei 2026, dengan rute langsung menuju Jeddah. Batas akhir keberangkatan jemaah haji atau closing date Bandara King Abdul Aziz (KAIA) Jeddah ditetapkan pada 21 Mei 2026 pukul 24.00 Waktu Arab Saudi, yang bertepatan dengan 4 Dzulhijjah 1447 H. Ini menjadi batas waktu krusial bagi seluruh calon jemaah.

Puncak Ibadah Haji: Wukuf di Arafah dan Idul Adha

Momen paling dinanti dalam rangkaian ibadah haji adalah puncak ibadah, yaitu Wukuf di Arafah. Wukuf ini merupakan inti dari seluruh prosesi haji, di mana jemaah berkumpul di Padang Arafah untuk berdoa dan berzikir. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, Wukuf di Arafah diperkirakan akan berlangsung pada 26 Mei 2026, bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1447 H.

Sehari sebelum Wukuf, tepatnya pada 25 Mei 2026, jemaah akan mulai bergerak dari Makkah menuju Arafah sebagai bagian dari persiapan. Setelah Wukuf, umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 H yang jatuh pada 27 Mei 2026 atau 10 Dzulhijjah 1447 H. Ini menandai dimulainya rangkaian ibadah selanjutnya.

Rangkaian ibadah haji dilanjutkan dengan Hari Tasyrik, yang diperkirakan jatuh pada 28, 29, dan 30 Mei 2026 (11, 12, dan 13 Dzulhijjah 1447 H). Seluruh prosesi puncak haji, termasuk mabit di Muzdalifah dan Mina serta lempar jumrah, akan berlangsung dalam rentang waktu 26 hingga 31 Mei 2026. Jemaah diharapkan menjaga kondisi fisik selama periode krusial ini.

Tahap Pemulangan Jemaah Haji 2026

Setelah menunaikan seluruh rukun dan wajib haji di Tanah Suci, jemaah akan memasuki tahap pemulangan ke Tanah Air. Proses pemulangan ini juga telah diatur secara rinci oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan jemaah.

Pemulangan jemaah haji gelombang I dijadwalkan berlangsung mulai 1 Juni hingga 15 Juni 2026. Jemaah gelombang I akan kembali dari Makkah melalui Jeddah menuju Tanah Air, dengan perkiraan tiba pada hari yang sama. Sementara itu, pemulangan jemaah haji gelombang II akan dimulai pada 7 Juni hingga 30 Juni 2026.

Secara keseluruhan, seluruh rangkaian musim haji 2026 diperkirakan akan berakhir pada 1 Juli 2026. Tanggal ini menandai kedatangan jemaah haji kloter terakhir di Tanah Air, sekaligus menutup seluruh operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Jemaah diharapkan untuk selalu memantau informasi terbaru terkait jadwal kepulangan.

Persiapan Penting Menuju Tanah Suci

Mengingat jadwal yang telah ditetapkan, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) mengimbau seluruh calon jemaah haji untuk mempersiapkan diri secara optimal. Persiapan ini meliputi aspek fisik, mental, dan administratif agar ibadah dapat berjalan lancar dan mabrur.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Calon jemaah sangat disarankan untuk memantau informasi terbaru dari Kemenhaj RI atau situs resmi haji.go.id guna memastikan kelengkapan dokumen dan kesiapan lainnya. Beberapa regulasi penting untuk haji 2026 juga perlu diperhatikan:

  • Finalisasi kontrak layanan tenda dan akomodasi di Makkah dan Madinah harus selesai paling lambat 4 Januari 2026 dan 1 Februari 2026.
  • Batas akhir pengajuan visa haji adalah 20 Maret 2026, tanpa perpanjangan, untuk mencegah praktik haji ilegal.
  • Jemaah juga wajib memiliki sertifikat kemampuan kesehatan yang diverifikasi melalui platform elektronik Masar sebagai salah satu syarat utama penerbitan visa.

Persiapan matang akan sangat membantu kelancaran seluruh proses ibadah haji. Jadwal resmi ini menjadi panduan utama bagi seluruh tahapan perjalanan ibadah, memastikan setiap proses berjalan tertib dan terencana. Pemerintah Indonesia, melalui Kemenhaj RI, berkomitmen penuh untuk memastikan kelancaran operasional haji 2026.