Jumat Agung 2026, Katedral Jakarta Angkat Kisah Petrus Lewat Jalan Salib Kreatif
Gereja Katedral Jakarta menghadirkan pertunjukan Jalan Salib Kreatif dalam rangka peringatan Jumat Agung 2026. Prosesi yang diberi judul Lux in Nihilo atau terang dalam ketiadaan ini menjadi bagian dari rangkaian ibadah Tri Hari Suci Paskah, yang dibawakan oleh Orang Muda Katolik (OMK) setempat.
Perspektif Petrus dalam Sengsara Yesus
Imam Katedral Jakarta, Yohanes Deodatus, menjelaskan bahwa pertunjukan ini menampilkan kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus dari sudut pandang Petrus, salah satu murid yang penuh semangat namun dalam kelemahannya menyangkal Yesus. Perspektif ini ditonjolkan karena manusia dalam penderitaan atau ketakutan bisa menyangkal dan meninggalkan Tuhan, ujarnya pada Jumat (3/4/2026).
Yohanes menekankan pesan utama dari pertunjukan tersebut adalah mengajak umat untuk tetap kembali kepada Tuhan meskipun berada dalam kondisi sulit atau penuh penderitaan. Dalam cerita ini, Yesus menunjukkan penderitaan yang besar namun tetap mencintai dan memilih Petrus, tidak meninggalkan kita, tambahnya.
Proses Persiapan yang Intens
Persiapan pertunjukan telah dilakukan sejak November 2025, meliputi pemilihan pemain, penggarapan musik, hingga penataan dekorasi. Kegiatan ini melibatkan sekitar 200 anggota OMK yang bukan pemain drama profesional, tetapi berkomitmen berlatih selama lima bulan.
Michael, pemeran Petrus dalam pertunjukan tersebut, mengaku sempat ragu menerima peran karena besarnya tanggung jawab. Dengan dukungan panitia dan tim, saya akhirnya memberanikan diri berproses selama lima bulan dan puji Tuhan, saya sangat puas dengan hasil ini, katanya.
Inovasi dalam Perayaan Paskah
Michael juga menyoroti bahwa Katedral Jakarta terus berinovasi dan beradaptasi dalam perayaan Paskah. Tahun ini, Jalan Salib pada Jumat Agung ditampilkan dengan tema berbeda dari sudut pandang masing-masing tokoh yang terlibat dalam kisah Yesus Kristus.
Pertunjukan ini memadukan unsur teatrikal, musikal, dan seni tari sebagai bentuk refleksi iman bagi umat Katolik. Ini menjadi wujud kreativitas generasi muda dalam menghidupkan tradisi keagamaan dengan cara yang relevan.



