Jumat Agung di Sumsel Berjalan Aman Berkat Ribuan Personel Pengamanan
Jumat Agung Sumsel Aman Berkat Ribuan Personel

Jumat Agung di Sumsel Berjalan Aman Berkat Ribuan Personel Pengamanan

Peringatan Wafat Yesus Kristus atau ibadah Jumat Agung di Sumatera Selatan berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan kedamaian di seluruh wilayah provinsi. Tokoh agama Kristen dari berbagai daerah menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja ribuan personel kepolisian yang bersiaga di ratusan gereja untuk memastikan keamanan dan kenyamanan umat.

Strategi Pengamanan yang Menyeluruh

Keberhasilan menciptakan situasi yang aman dan kondusif ini tidak lepas dari strategi cermat yang diterapkan oleh Kepolisian Daerah Sumatera Selatan di bawah pimpinan Kapolda Irjen Sandi Nugroho. Pengamanan tidak hanya terpusat di ibu kota Palembang, tetapi merata hingga menjangkau seluruh wilayah hukum Polda Sumsel, mencakup daerah-daerah terpencil dan kota-kota kecil.

Sebanyak 2.671 personel gabungan, terdiri dari 2.425 anggota Polri dan 246 personel TNI, diterjunkan untuk mengawal jalannya ibadah di 404 titik gereja yang tersebar di seluruh Sumatera Selatan. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kebebasan beragama dan stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Apresiasi dari Tokoh Agama di Berbagai Daerah

Di Kota Palembang, di mana ratusan personel disiagakan untuk mengamankan puluhan gereja, jaminan kebebasan beribadah sangat dirasakan oleh jemaat. Pimpinan Jemaat HKBP Palembang, Pdt. E. Manurung Nababan, menyampaikan terima kasih secara langsung kepada jajaran Polri yang dinilai sukses memberikan pelayanan yang humanis dan profesional.

"Kami mewakili seluruh warga jemaat HKBP Palembang menyampaikan apresiasi atas pelayanan dan pengamanan yang telah diberikan dalam pelaksanaan ibadah Jumat Agung hari ini. Ibadah dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan khidmat. Selamat bertugas, kiranya Tuhan memberkati Polri," ungkap Pdt. E. Manurung pada Jumat, 3 April 2026.

Edmond, selaku Ketua Panitia Paskah 2026 Gereja Katedral Santa Maria Palembang, juga mengapresiasi dukungan optimal dari kepolisian. Sementara itu, Paroki Santo Yosef Palembang secara khusus menyampaikan terima kasih atas kehadiran langsung Kapolrestabes Palembang, Sonny Mahar Budi Adityawan, yang meninjau lokasi ibadah untuk memastikan kelancaran perayaan.

Dukungan Psikologis dan Kolaborasi di Daerah

Di Kabupaten Musi Rawas, langkah proaktif kepolisian memberikan dampak psikologis yang positif bagi jemaat. Romo Andreas Suko A.W., SCJ, Pastor Rekan di Paroki Santa Maria Tugumulyo, menyampaikan rasa syukur atas atensi jajaran Polres Musi Rawas yang turun langsung ke lokasi untuk memeriksa kesiapan.

"Kami mengapresiasi kunjungan yang telah dilakukan dalam rangka memastikan kesiapan, kelancaran, serta keamanan pelaksanaan ibadah. Dengan adanya dukungan tersebut, kami umat merasa tenang dan nyaman," ungkap Romo Suko mewakili umat Katolik Paroki Santa Maria Tugumulyo.

Dari kawasan Tanjung Enim, Pastor RD. Suprapto selaku Pimpinan Gereja Katolik Santo Yosep, menyampaikan testimoni hangat atas kolaborasi jajaran kepolisian di wilayahnya. "Kami mengapresiasi Bapak Kapolda, Bapak Kapolres, beserta jajaran yang telah menugaskan personel di tempat ini maupun lokasi lainnya. Seluruh rangkaian perayaan Paskah dapat berlangsung dengan tenang, aman, dan nyaman. Semoga Polri semakin dicintai oleh masyarakat," tuturnya.

Apresiasi serupa juga disuarakan secara kompak oleh para tokoh agama di Lahat. Romo Damian, mewakili umat Gereja Paroki Santa Maria Lahat, serta Daniel Wiyatno dari Majelis Gereja Kalvari Lahat, berterima kasih atas keaktifan personel polres setempat dalam memastikan keamanan.

Komitmen Polri dan Sinergi Antar Lembaga

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Nandang Mu'min Wijaya, menyatakan bahwa apresiasi dari tokoh agama menjadi indikator keberhasilan pengamanan sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran. "Pengamanan ini bukan sekadar tugas rutin, tetapi bentuk nyata komitmen Polri dalam menjaga kebebasan beragama dan stabilitas kamtibmas. Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kondisi Sumatera Selatan tetap kondusif. Kolaborasi ini tidak hanya efektif dalam mencegah gangguan, tetapi juga memperkuat rasa persatuan dan toleransi di tengah keberagaman agama di provinsi tersebut.

Dengan pengamanan yang menyeluruh dan dukungan dari berbagai pihak, perayaan Jumat Agung di Sumatera Selatan tahun 2026 berhasil dilaksanakan dengan lancar, memberikan pengalaman ibadah yang bermakna bagi ribuan umat Kristen di seluruh wilayah.