BMKG Catat 111 Gempa di Jawa Barat Selama Maret 2026, Magnitudo Terbesar 5,4
111 Gempa di Jabar Maret 2026, Magnitudo Terbesar 5,4

BMKG Catat Ratusan Kejadian Gempa di Jawa Barat Sepanjang Maret 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas gempa bumi yang signifikan di wilayah Jawa Barat selama bulan Maret 2026. Data yang dirilis menunjukkan bahwa ratusan kejadian seismik terjadi dalam periode tersebut, menandakan peningkatan aktivitas yang patut diwaspadai oleh masyarakat dan pihak berwenang.

Total 111 Gempa Tercatat oleh Stasiun Geofisika Bandung

Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, yang berada di bawah naungan BMKG, melaporkan bahwa sebanyak 111 gempa bumi terjadi di Jawa Barat dan sekitarnya sepanjang Maret 2026. Angka ini mencerminkan frekuensi kejadian yang cukup tinggi, dengan gempa-gempa tersebut tersebar di berbagai lokasi di provinsi ini.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, mengonfirmasi bahwa kekuatan gempa yang tercatat bervariasi secara luas. Rentang magnitudonya berkisar dari yang kecil hingga menengah, menunjukkan diversitas dalam aktivitas seismik regional. Data ini dikutip dari laporan Antara pada Sabtu, 4 April 2026, dan menjadi perhatian utama bagi para ahli geofisika.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Variasi Kekuatan Gempa: Dari Magnitudo 0,9 hingga 5,4

Selama Maret 2026, guncangan terbesar yang terjadi di Jawa Barat mencapai magnitudo 5,4. Gempa dengan kekuatan ini termasuk dalam kategori menengah dan dapat dirasakan oleh penduduk setempat, meskipun biasanya tidak menimbulkan kerusakan struktural yang parah jika pusat gempa berada dalam kedalaman yang sesuai.

Sementara itu, gempa dengan kekuatan paling kecil yang tercatat selama periode tersebut memiliki magnitudo 0,9. Gempa semacam ini seringkali tidak terasa oleh manusia dan hanya terdeteksi oleh instrumen seismik yang sensitif. Variasi ini mengindikasikan kompleksitas aktivitas tektonik di bawah permukaan Jawa Barat, yang mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pergerakan lempeng dan sesar aktif.

Laporan BMKG ini menyoroti pentingnya pemantauan seismik yang berkelanjutan di wilayah Jawa Barat, mengingat sejarah gempa bumi di daerah ini. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti pedoman kesiapsiagaan bencana yang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga