Dosen ITB Ungkap AC Standar Jadi Penyumbang Utama Borosnya Listrik
Belakangan ini, linimasa media sosial X ramai diperbincangkan dengan berbagai tips dan trik untuk menghemat pengeluaran bulanan, khususnya pada tagihan listrik. Salah satu saran yang banyak beredar adalah mengganti penggunaan AC standar dengan AC inverter yang dianggap lebih efisien.
AC Standar Dinilai Paling Boros Daya
Menurut penjelasan dari Syarif Hidayat, Dosen Teknik Ketenagalistrikan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB), komponen AC memang menjadi alat elektronik yang paling banyak menyedot listrik di rumah tangga. "Kalau dilihat dari peluang yang paling memboroskan tanpa terpakai itu paling besar dari AC," tutur Syarif, seperti dilansir dari Kompas.com (2025).
Syarif Hidayat lebih lanjut memaparkan bahwa AC standar umumnya memiliki daya sekitar 300 watt. Dengan daya sebesar itu, AC sering kali dinyalakan dalam waktu lama, bahkan saat tidak benar-benar diperlukan, sehingga kontribusinya terhadap pemborosan listrik menjadi signifikan. Faktor kebiasaan menyalakan AC meski ruangan kosong atau suhu sudah nyaman turut memperparah kondisi ini.
Solusi Efektif: Beralih ke AC Inverter
Sebagai solusi praktis, banyak pakar merekomendasikan pergantian dari AC standar ke AC inverter. Berikut adalah beberapa keunggulan AC inverter yang dapat membantu menghemat tagihan listrik:
- Efisiensi Energi Lebih Tinggi: AC inverter mampu menyesuaikan kecepatan kompresor sesuai kebutuhan, mengurangi konsumsi daya berlebih.
- Penggunaan yang Lebih Cerdas: Teknologi ini meminimalkan pemborosan listrik saat AC dinyalakan dalam waktu lama.
- Tagihan Listrik yang Lebih Ringan: Dengan efisiensi yang lebih baik, pengguna dapat menghemat biaya listrik bulanan secara signifikan.
Dengan memahami fakta ini, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menggunakan perangkat elektronik, terutama AC, untuk menekan pengeluaran rutin dan mendukung upaya penghematan energi nasional.



