Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. Upaya negosiasi yang dilakukan oleh kedua negara justru menemui jalan buntu, sehingga memicu lonjakan harga minyak dunia yang signifikan.
Kenaikan Harga Minyak Mentah
Pada Selasa, 28 April 2026, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat berada di angka 100,09 dolar AS per barel pada pukul 12.30 siang waktu setempat. Angka ini melonjak drastis dibandingkan dengan harga sebelum serangan terjadi pada 28 Februari 2026 yang hanya sebesar 67,02 dolar AS per barel.
Kenaikan serupa juga dialami oleh minyak mentah Brent, yang naik dari 72,87 dolar AS menjadi 111,85 dolar AS per barel. Lonjakan harga ini merupakan dampak langsung dari ketidakpastian geopolitik yang berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.
Dampak Terhadap Harga BBM Global
Tingginya harga minyak dunia berimbas langsung pada harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai negara. Negara-negara pengimpor minyak harus menanggung beban biaya yang lebih tinggi, yang pada akhirnya dapat memicu inflasi dan meningkatkan biaya transportasi serta produksi.
Para analis memperkirakan bahwa harga minyak masih berpotensi terus naik jika konflik AS-Iran tidak segera menemukan titik terang. Negosiasi yang buntu menjadi faktor utama yang membuat pasar minyak global berada dalam tekanan.
Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah di seluruh dunia, terutama negara-negara yang sangat bergantung pada pasokan minyak impor. Langkah-langkah strategis diperlukan untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut dari kenaikan harga energi ini.



