Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah Jakarta pada akhir pekan ini, tepatnya pada periode 24 Mei 2026. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan genangan air.
Prediksi Cuaca Ekstrem Berdasarkan BMKG
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada periode tersebut wilayah Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu, diprakirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi yang perlu diantisipasi oleh seluruh warga ibu kota.
Kesiapsiagaan Kunci Minimalkan Risiko
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem. "Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana, khususnya banjir dan genangan," ujarnya di Jakarta, Kamis (21/5/2026). Ia juga mengajak masyarakat untuk secara berkala memantau perkembangan kondisi melalui kanal informasi resmi.
Pantauan Tinggi Muka Air dan Informasi Banjir
BPBD DKI Jakarta menyediakan layanan pemantauan tinggi muka air melalui laman bpbd.jakarta.go.id/waterlevel serta pembaruan informasi banjir di pantaubanjir.jakarta.go.id. Masyarakat disarankan untuk mengakses situs-situs tersebut guna mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi di lingkungan masing-masing.
Perlengkapan Darurat yang Harus Disiapkan
Menghadapi potensi cuaca ekstrem, BPBD DKI Jakarta merekomendasikan beberapa perlengkapan darurat yang perlu disiapkan oleh setiap keluarga. Berikut adalah daftar perlengkapan yang disarankan:
- Payung atau jas hujan untuk melindungi diri saat harus keluar rumah.
- Tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, senter, baterai cadangan, makanan ringan, dan air minum.
- Nomor telepon darurat yang mudah diakses, termasuk call center Jakarta Siaga 112.
Layanan Darurat 24 Jam
BPBD DKI meminta agar masyarakat segera menghubungi call center Jakarta Siaga 112 ketika dalam kondisi darurat atau membutuhkan pertolongan. Layanan ini beroperasi selama 24 jam penuh dan dapat diakses secara gratis oleh seluruh warga Jakarta. "BPBD DKI Jakarta memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem di ibu kota," tegas Isnawa.
Langkah-Langkah Antisipasi Lainnya
Selain menyiapkan perlengkapan darurat, masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah saat cuaca ekstrem berlangsung. Jika terpaksa bepergian, pastikan untuk selalu waspada terhadap genangan air dan potensi pohon tumbang. Jangan lupa untuk mematikan aliran listrik di rumah jika terjadi banjir untuk menghindari risiko korsleting.
Dengan persiapan yang matang dan kewaspadaan tinggi, diharapkan dampak buruk dari cuaca ekstrem dapat diminimalkan. Tetap pantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD DKI Jakarta untuk perkembangan terkini.



