Tito Sambut Program Bedah Rumah di Kendari, Bukti Hadir Negara
Tito Sambut Program Bedah Rumah di Kendari, Bukti Hadir Negara

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyambut baik program bedah rumah dan pembangunan perumahan oleh pemerintah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Ia menilai program ini merupakan langkah berskala besar yang belum pernah ditemui selama menjabat sebagai Mendagri.

Hal itu disampaikan Tito saat meninjau lokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Kendari, Jumat (29/5). "Sepertinya selama saya jadi Mendagri, baru kali ini ada program yang betul-betul besar untuk membantu rakyat yang rumahnya tidak layak, termasuk juga membangun perumahan," kata Tito.

Pada tahun 2026, alokasi bantuan perumahan di Sulawesi Tenggara meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Jika pada tahun 2025 bantuan hanya menyasar 1.129 unit rumah, maka tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 8.973 unit rumah. Setiap unit mendapatkan bantuan peningkatan kualitas rumah sebesar Rp20 juta.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Khusus di Kota Kendari, pemerintah menargetkan rehabilitasi sebanyak 548 unit rumah bagi masyarakat dengan penghasilan sekitar Rp1 juta per bulan. Tito menambahkan bahwa kehadirannya di Kendari bertujuan memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang perumahan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

Menurutnya, pemerintah sebagai representasi negara harus hadir langsung untuk memahami kebutuhan masyarakat secara nyata. "Di sinilah kita ingin mengubah cara berpikir kita, agar masyarakat yang betul-betul mengharapkan tangan dari pemerintah itu betul-betul mereka menemukan tangan itu," ujarnya.

Ia menyatakan apresiasi atas sikap Presiden yang didukung Menteri PKP, yang kerap turun langsung meninjau kawasan permukiman masyarakat kurang mampu. Tito berharap program bantuan perumahan tersebut dapat terus berlanjut dan diperluas pada tahun-tahun mendatang guna mengurangi backlog perumahan di Indonesia.

"Kita doakan saja tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya program ini berlanjut dan bertambah terus supaya masalah yang ada, yang kita sebut dengan backlog, masalah yang ada baik orang yang tidak punya rumah maupun tidak layak huni ini makin lama makin berkurang," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga