Waskita Karya Kebut Proyek Sekolah Rakyat di Jatim, Target Rampung Juni 2026
Waskita Karya Kebut Proyek Sekolah Rakyat di Jatim

PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus mengejar penyelesaian proyek Sekolah Rakyat di Jawa Timur. Perusahaan pelat merah ini dipercaya mengerjakan lima Sekolah Rakyat yang tersebar di Kabupaten Gresik, Jombang, Sampang, Tuban, dan Kota Surabaya. Hingga saat ini, realisasi pembangunan telah mencapai 45,5 persen dengan target rampung pada pertengahan tahun 2026 agar segera dapat digunakan.

Target Penyelesaian Sesuai Arahan Kementerian PU

Sesuai arahan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), seluruh pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II harus siap digunakan pada tahun ajaran baru Juli mendatang. Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Muhammad Hanugroho, menegaskan bahwa pengerjaan proyek ini terus dikejar. Menurutnya, gedung sekolah ini bukan proyek biasa, melainkan penentu masa depan bangsa.

"Sekolah Rakyat merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pemerataan akses pendidikan yang layak dan berkualitas. Pengerjaan ini bukan sekadar menyelesaikan pembangunan proyek, tapi juga investasi jangka panjang untuk anak-anak Indonesia dalam mendukung proses belajar mengajar yang merupakan penentu masa depan bangsa," ujar Hanugroho dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Hanugroho menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung sejumlah lokasi proyek Sekolah Rakyat di Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, ia didampingi Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko.

Komitmen Tim di Lapangan

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menambahkan bahwa tim di lapangan berkomitmen menyelesaikan pembangunan Sekolah Rakyat secepat mungkin dengan tetap memperhatikan standar mutu dan keamanan kerja. Mereka bekerja siang dan malam secara bergantian tanpa kenal lelah.

"Dedikasi tinggi dan kerja keras ratusan pekerja menjadi ujung tombak keberhasilan proyek. Bagi mereka, menyukseskan Program Prioritas Pemerintah ini merupakan tujuan utama," katanya.

Ermy menyebutkan bahwa proyek Sekolah Rakyat di Jawa Timur dikerjakan oleh hampir 4.000 orang, termasuk tenaga kerja lokal. "Ke depannya kami akan terus menyerap tenaga kerja lokal lebih banyak lagi untuk menyelesaikan proyek. Dengan begitu tidak hanya menghadirkan manfaat luas bagi sosial ekonomi, tapi juga menggerakkan sektor informal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelas Ermy.

Dukungan Menteri PU

Upaya percepatan tersebut juga ditegaskan oleh Menteri PU Dody Hanggodo dalam rapat koordinasi bersama tujuh BUMN Karya sebagai kontraktor pelaksana. Dody menyatakan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang layak dan modern.

Ia mendorong percepatan penyelesaian berbagai kendala teknis di lapangan, mulai dari akses konstruksi, mobilisasi material, kebutuhan tenaga kerja, hingga kesiapan infrastruktur pendukung guna memastikan seluruh tahapan proyek pembangunan berjalan sesuai target.

"Tetap utamakan kualitas dalam pembangunannya. Baik dari segi material maupun struktur bangunannya, karena bangunan sekolah ini harus bisa bertahan untuk dimanfaatkan minimal selama 20 tahun," tutur Dody saat meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (12/4) lalu.

Sebelumnya, Dody juga sudah melihat langsung lokasi pengerjaan Sekolah Rakyat di Surabaya. Ia memuji hasil kerja Waskita Karya yang dinilai cepat dan mengedepankan kualitas. "Waskita (hasil kerjanya) ini bagus. Terima kasih Pak Katsaker, mudah-mudahan sebelum Juni 2026 selesai," katanya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga