Fenomena Lipstick Effect Melanda Indonesia, Ini Penjelasan Dosen UGM
Fenomena Lipstick Effect di Indonesia, Ini Penjelasan Dosen UGM

Istilah lipstick effect belakangan ramai dibahas di media sosial setelah muncul unggahan yang menyoroti kondisi pusat perbelanjaan, restoran, dan kafe di Indonesia yang masih ramai meski nilai tukar Rupiah terus melemah terhadap dollar AS.

Fenomena Lipstick Effect

Unggahan tersebut menyebut bahwa masyarakat Indonesia tetap aktif berbelanja, mengantre kopi, hingga membeli makanan dan minuman premium di tengah kondisi ekonomi yang dinilai sedang sulit. Unggahan akun X @T***** pada Minggu (17/5/2026) menulis, “Kalian ngerasa enggak sih, mal masih rame, antrean kopi masih panjang, restoran masih penuh. Padahal rupiah lagi di titik terlemah sepanjang sejarah dan ekonomi lagi susah. Nama fenomena ini adalah lipstick effect. Dan ini justru sinyal bahaya.”

Penjelasan Dosen UGM

Menurut Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), fenomena lipstick effect terjadi ketika konsumen mengurangi pengeluaran besar seperti liburan atau membeli rumah, tetapi tetap membeli barang-barang kecil yang memberikan kesenangan instan. Hal ini dianggap sebagai sinyal bahwa kepercayaan konsumen terhadap ekonomi sedang menurun.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dosen UGM menjelaskan bahwa lipstick effect bukanlah indikator ekonomi yang positif, melainkan peringatan bahwa daya beli masyarakat mulai tergerus. Masyarakat cenderung mencari hiburan murah untuk mengalihkan kekhawatiran ekonomi, seperti membeli kopi atau makanan ringan premium.

Dampak bagi Ekonomi

Fenomena ini dapat memberikan gambaran bahwa meskipun sektor ritel dan F&B terlihat ramai, namun sebenarnya terjadi pergeseran pola konsumsi yang tidak sehat. Dalam jangka panjang, hal ini bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi karena investasi dan konsumsi barang tahan lama menurun.

Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan dan tidak terjebak dalam pola konsumsi yang hanya memberikan kepuasan sesaat. Pemerintah juga diharapkan dapat merespons kondisi ini dengan kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga