Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad segera menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan pengusaha dan pemangku kepentingan terkait untuk membahas ancaman gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap buruh. Rapat tersebut direncanakan berlangsung pada Jumat pekan ini.
"Kami dalam waktu dekat, insyaallah Jumat, kita akan mengadakan rapat koordinasi dengan para stakeholder. Termasuk satgas mitigasi PHK dari pihak pemerintah yang dibentuk untuk menangani hal-hal seperti itu," ujar Dasco kepada wartawan di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).
Pertemuan dengan Dirut Pertamina
Selain Rakor, Dasco juga dijadwalkan bertemu dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, pada Rabu (24/6/2026). Pertemuan ini membahas ancaman PHK terhadap 55 ribu buruh di Bekasi yang dipicu oleh kenaikan harga gas untuk kebutuhan produksi.
"Jadi setelah kontak, nanti saya juga sudah janjian dengan perwakilan dari teman-teman serikat pekerja yang terdampak itu, kemudian untuk bertemu dengan Dirut Pertamina," tutur Dasco. "Mungkin besok, untuk kemudian membicarakan solusi mengenai perusahaan-perusahaan tadi yang mungkin bisa berdampak terhadap 55 ribu karyawan," imbuhnya.
Laporan Ancaman PHK di Rakernas KSPI
Sebelumnya, Dasco menerima laporan terkait ancaman PHK terhadap sekitar 55 ribu buruh pabrik di Bekasi akibat kenaikan harga gas. Laporan itu diterima saat Dasco menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) 2026 bersama Presiden KSPI Andi Gani Nena Wea di Hotel Acacia, Jakarta Pusat.
Saat menyampaikan pidato di hadapan peserta Rakernas, Dasco langsung menghubungi Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri melalui sambungan telepon yang diperdengarkan melalui pengeras suara. "Halo, Pak Dirut Pertamina. Ini saya lagi di Rakernas KSPI, iya. Saya tadi ditanyakan mengenai masalah gas industri. Jadi saya tadi sudah rancang pidato, cuma buyar semua nih gara-gara soal gas. Jadi pertama-tama, saya sebelum pidato saya mau tanya dulu bagaimana nih soal gas industri, apakah ada jalan keluar?" tanya Dasco.
Menanggapi hal tersebut, Simon menyatakan kesiapannya untuk segera berkoordinasi dengan pihak PGN. "Siap, Pak Dasco, saya tentunya akan segera koordinasi dengan pihak PGN dan dari kita tentunya komitmen kita agar supaya kita akan lakukan penyesuaian, tentunya setelah mengikuti penyesuaian molekul dari LNG. Kita tentunya lakukan yang terbaik, Pak Dasco, agar supaya segera ada perbaikan dan tentunya untuk mendukung juga teman-teman di industri dengan harga yang... yang sesuai," jawab Simon.
Mitigasi PHK dan Solusi Bersama
Dasco kemudian menjelaskan kepada Simon bahwa ancaman PHK massal telah muncul akibat kenaikan harga gas. Ia meminta Simon untuk duduk bersama mencari solusi guna memitigasi dampak PHK tersebut. "Jadi begini, Pak Simon, jadi dalam berapa hari ini, ini sudah ada ancaman PHK. Jadi mungkin kita juga mesti cari jalan keluar atau kemudian juga yang dalam waktu dekat PHK ini juga harus kita mitigasi bagaimana kemudian pabrik-pabrik ini sekitar 55 ribu katanya yang terancam PHK dan tentunya itu sangat memprihatinkan," ujar Dasco.
"Nah, mungkin kita bisa duduk sehari-dua hari ini juga dengan, eh, perwakilan dari teman-teman buruh satu-dua nanti mewakili supaya kita bisa cari jalan keluar ya," lanjutnya. Simon pun menyetujui usulan tersebut dengan jawaban, "Baik, setuju, setuju, Pak Dasco."
Langkah cepat ini diharapkan dapat mencegah terjadinya PHK massal yang akan berdampak luas pada perekonomian dan kesejahteraan buruh di Bekasi. Dasco berkomitmen untuk terus mengawal persoalan ini hingga menemukan solusi yang tepat.



