Jakarta - Fenomena antrean panjang kembali terjadi di Malaysia. Lebih dari 1.000 warga Malaysia rela mengantre hingga sekitar 2 kilometer demi mendapatkan kesempatan kerja dalam sebuah bursa lowongan pekerjaan di Kota Melaka. Peristiwa ini menjadi sorotan publik setelah foto dan video antrean tersebut ramai beredar di media sosial.
Antrean Mengular Sejak Pagi Buta
Dilansir The Straits Times, Kamis (18/6/2026), para pelamar tampak berbaris panjang secara tertib, mulai dari area hotel hingga menjulur ke jalan utama yang ramai. Banyak pelamar datang sejak pukul 05.00 pagi untuk mengikuti sesi wawancara terbuka yang digelar oleh Infineon Technologies AG, perusahaan semikonduktor asal Jerman. Kegiatan itu berlangsung di Hotel Holiday Inn, Melaka, pada 14 Juni lalu.
500 Lowongan dengan Gaji Kompetitif
Dalam rekrutmen tersebut, Infineon membuka sekitar 500 lowongan kerja untuk posisi operator produksi dan teknisi. Perusahaan menawarkan gaji awal sebesar 3.500 ringgit Malaysia atau sekitar Rp15,2 juta per bulan (dengan asumsi kurs Rp4.355 per ringgit). Menurut laporan harian berbahasa Mandarin Sin Chew Daily, membludaknya jumlah pelamar membuat pihak perusahaan membagikan kode QR sekitar pukul 10.00 pagi. Para pencari kerja diminta mengunggah resume secara daring dan disarankan untuk pulang sambil menunggu informasi lebih lanjut. Meski demikian, banyak pelamar memilih tetap bertahan di lokasi dan menunggu giliran di tengah cuaca yang panas dan lembap.
Perhatian Pejabat Daerah
Antrean panjang tersebut turut menarik perhatian Ketua Menteri Melaka Ab Rauf Yusoh dan Wali Kota Melaka Historic City, Shadan Othman. Keduanya bahkan turun langsung membagikan makanan dan minuman kepada para pencari kerja yang mengantre. Shadan mengatakan dirinya telah bertemu dengan manajemen Infineon untuk meminta penjelasan terkait situasi tersebut. Ia juga mendesak perusahaan agar memastikan keselamatan dan kenyamanan para pelamar selama proses rekrutmen berlangsung.
Bukan Indikasi Tingginya Pengangguran
Sementara itu, anggota dewan eksekutif Melaka, Ngwe Hee Sem, mengatakan antrean panjang tersebut tidak menunjukkan tingginya pengangguran di wilayah setempat. Menurutnya, tingkat pengangguran di Melaka saat ini berada di kisaran 2 persen, termasuk salah satu yang terendah di Malaysia. Ia menilai membludaknya pelamar lebih disebabkan oleh daya tarik gaji dan peluang karier yang ditawarkan perusahaan. "Ketika sebuah perusahaan menawarkan peluang kerja yang baik dengan gaji yang kompetitif, tentu akan menarik banyak pencari kerja," demikian kutipan pernyataannya yang dimuat di harian berbahasa Melayu, Harian Metro.



