Disparbud Jawa Barat Tegaskan Tidak Ada Pungutan Liar di Pantai Sayang Heulang Garut
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat secara resmi membantah adanya dugaan pungutan liar (pungli) di objek wisata Pantai Sayang Heulang, Kabupaten Garut, yang terjadi selama periode libur Lebaran. Klarifikasi ini disampaikan sebagai respons langsung terhadap beredarnya video viral di berbagai platform media sosial yang menampilkan keluhan dari sejumlah wisatawan terkait biaya masuk yang mereka anggap tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Penelusuran dan Klarifikasi Cepat dari Pihak Berwenang
Kepala Disparbud Jawa Barat, Iendra Sofyan, mengungkapkan bahwa pihaknya segera mengambil langkah proaktif dengan melakukan penelusuran mendalam dan klarifikasi langsung kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Garut untuk memverifikasi kebenaran informasi yang tersebar luas tersebut. Dalam pernyataannya yang dikeluarkan pada Sabtu, 28 Maret 2026, Iendra menegaskan bahwa nominal pembayaran yang dilakukan oleh wisatawan telah sepenuhnya sesuai dengan tarif resmi yang telah ditetapkan dan berlaku di objek wisata tersebut.
"Kami telah memastikan bahwa tidak ada indikasi pungli dalam transaksi di Pantai Sayang Heulang," tegas Iendra, seraya menambahkan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk menjaga kenyamanan dan keamanan wisatawan di seluruh destinasi pariwisata di Jawa Barat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi melalui saluran resmi sebelum menyebarkannya, guna menghindari kesalahpahaman yang dapat merugikan berbagai pihak.
Dampak Video Viral dan Upaya Penanganan
Video viral yang memicu kontroversi ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan publik, terutama terkait potensi praktik tidak transparan dalam sektor pariwisata. Namun, berdasarkan hasil investigasi Disparbud Jawa Barat, ditemukan bahwa keluhan tersebut kemungkinan besar berasal dari ketidaktahuan wisatawan terhadap struktur tarif yang berlaku, yang mencakup beberapa komponen biaya tambahan seperti parkir dan fasilitas pendukung lainnya.
Disparbud Jawa Barat berencana untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada pengunjung mengenai tarif resmi serta mekanisme pembayaran yang transparan di semua objek wisata, termasuk Pantai Sayang Heulang. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan pariwisata di daerah tersebut.



