IKN Ramai Dikunjungi Wisatawan Saat Libur Lebaran, UMKM Lokal Bergeliat
Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur menjadi destinasi populer bagi turis domestik dan mancanegara selama libur Idulfitri 2026. Antusiasme masyarakat yang berkunjung tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Fasilitas Lengkap dan Pengalaman Edukatif
Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, mengungkapkan bahwa Otorita telah menyiapkan fasilitas lengkap dan nyaman untuk pengunjung. "Arus kunjungan masyarakat yang datang untuk melihat langsung progres pembangunan tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga menguatkan aktivitas ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM," ujarnya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Sabtu (28/3).
Berbagai sarana tersedia untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan dan informatif:
- Di Plaza Seremoni KIPP, pengunjung dapat menikmati kuliner dari restoran, kafe, mini market, hingga tenda UMKM yang menyajikan makanan dan minuman.
- Panggung hiburan di Nusantara Park menampilkan pertunjukan musik dan tarian sepanjang sore hingga petang.
- Nusantara Information Center di gedung Sentra Massa menawarkan mini teater dengan video progres pembangunan IKN, pusat kendali mini, dan maket bangunan.
"Tidak hanya sebagai pusat pemerintahan masa depan, IKN juga kami hadirkan sebagai ruang publik yang inklusif dan edukatif bagi seluruh lapisan masyarakat," tambah Troy.
Data Kunjungan dan Kesan Wisatawan
Otorita IKN mencatat hingga 24 Maret 2026, jumlah kendaraan yang memasuki kawasan mencapai 30.544 unit dengan total pengunjung sebanyak 143.126 orang. Antusiasme ini tercermin dari kesan positif wisatawan, termasuk Snow dari Taiwan yang berharap dapat bermukim di IKN di masa depan. "Saya melihat di sini banyak sekali perayaan Idulfitri. Saya ingin sekali pindah ke sini ketika Nusantara sudah benar-benar menjadi Ibu Kota Negara," ujarnya.
Florensia, warga Banjarmasin, juga terkesan dengan konsep pembangunan berkelanjutan. "Ketika masuk ke IKN, saya sangat kagum karena bangunannya green building semua. Rasanya seperti tidak lagi berada di Kalimantan karena sangat eco-friendly," katanya.
Lonjakan Omzet UMKM Lokal
Geliat kunjungan ini berdampak langsung pada peningkatan omzet pelaku UMKM. Beberapa contoh nyata meliputi:
- Kevin dari Rumah Makan Global di area glamping menyebut omzet awalnya sekitar Rp1 juta per hari, tetapi meningkat seiring bertambahnya pengunjung.
- Nita dari Café Sepaku Empat mencatat omzet melonjak dari Rp1,8 juta per hari menjadi Rp10-15 juta per hari pada hari-hari awal Lebaran.
- Wahyu, penjual dawet ayu "Bang Brewok" di Plaza Seremoni, meraih omzet sekitar Rp10-12 juta per hari.
- Dina, pelaku UMKM souvenir Nusantara, mengalami peningkatan omzet hingga dua kali lipat, terutama dari penjualan baju Nusantara.
Troy menegaskan bahwa peningkatan ini bukan sekadar berkah musiman. "Namun juga menandai optimisme berusaha dan berinvestasi di Ibu Kota Nusantara. Kami mengajak masyarakat untuk jangan ragu-ragu memulai usaha dan berinvestasi di Ibu Kota Nusantara," pungkasnya.



